Nusatime.com, BOYOLALI — Perempuan Tuli yang hanyut akibat banjir lahar dingin Gunung Merapi di Kali Apu, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (3/3/2026) sore ditemukan meninggal dunia di wilayah Sawangan, Kabupaten Magelang, Rabu (4/3/2026). Korban diketahui rutin mencari kayu di sepanjang aliran sungai tersebut dengan berjalan kaki sejauh sekitar 4 kilometer pulang-pergi dari rumahnya.
Korban bernama Yatin (56), warga Dukuh Ngadirojo, Desa Tlogolele. Ia merupakan penyandang disabilitas Tuli dan wicara serta tinggal bersama saudaranya. Korban diketahui belum menikah dan tidak memiliki anak.
Ketua Tim Siaga Desa (TSD) Tlogolele, Sukarno, mengatakan setiap hari korban berangkat mencari kayu sekaligus mandi di Kali Apu sekitar pukul 09.00 WIB dan biasanya kembali ke rumah sekitar pukul 22.00 WIB.
“Setiap hari korban memang pergi ke sana cari kayu untuk diri sendiri, jalan kaki. Jarak dari rumahnya ke Kali Apu sekitar 2 kilometer, jadi pulang-pergi 4 kilometer,” ujarnya saat ditemui di RSUD Muntilan, Rabu.
Ia menjelaskan saat berangkat korban mengenakan kaus putih. Namun ketika ditemukan, korban mengenakan kaus hitam sehingga diduga sempat mandi sebelum hanyut. Korban memang memiliki kebiasaan mandi di lokasi tersebut selain mencari kayu.
Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh penambang pasir di bantaran Kali Pabelan, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Jarak lokasi penemuan diperkirakan sekitar 12 kilometer dari titik awal diduga hanyut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Boyolali, Suratno, membenarkan jenazah yang ditemukan adalah Yatin.
“Dari hasil identifikasi para tetangga, benar bahwa jenazah yang ditemukan adalah Ibu Yatin, usia 56 tahun, yang saat kejadian sedang mencari kayu bakar,” katanya.
Setelah proses pemulasaran di RSUD Muntilan, jenazah dibawa ke rumah duka di Tlogolele. Operasi SAR kemudian resmi ditutup.
Sebelumnya, BPBD Boyolali membuka operasi pencarian setelah menerima laporan orang hilang dari perangkat Desa Tlogolele pada Selasa malam sekitar pukul 20.37 WIB. Berdasarkan keterangan warga, korban terakhir terlihat sekitar pukul 16.00 WIB di sekitar Kali Apu. Sekitar pukul 17.00 WIB hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan banjir.
Di lokasi hanya ditemukan kayu, selendang, dan tas milik korban. Warga bersama TSD Tlogolele sempat melakukan pencarian hingga malam hari sebelum operasi dilanjutkan oleh BPBD.
Leave a Reply