Nusatime.com, SEMARANG–Ratusan pemudik asal Jawa Tengah (Jateng) yang mengikuti program mudik gratis bareng Honda tiba di Kota Semarang seusai menempuh perjalanan panjang dari Jakarta menggunakan 22 bus. Sejak siang, satu per satu bus rombongan berhenti di area parkir Museum Ranggawarsita yang menjadi titik penurunan peserta mudik pada Sabtu (14/3/2026).
Wajah-wajah lelah bercampur lega terlihat dari para pemudik yang turun membawa tas ransel dan barang bawaan. Sebagian dari mereka, langsung duduk di pinggir halaman museum untuk beristirahat sejenak, melepas penat setelah perjalanan darat berjam-jam dari ibu kota.
Tak jauh dari lokasi bus berhenti, deretan sepeda motor milik para pemudik sudah lebih dulu terparkir rapi. Kendaraan roda dua itu sebelumnya diangkut menggunakan truk dari Jakarta menuju Semarang, sebagai bagian dari fasilitas program Mudik Bareng Honda.
Beberapa pemudik, tampak berjalan menuju area parkir untuk mengecek sepeda motor mereka. Setelah memastikan kondisi kendaraan baik, mereka mulai memasang helm, mengikat barang bawaan di jok motor, lalu bersiap melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, sebagian lainnya memilih menunggu lebih lama. Mereka memanfaatkan waktu untuk makan ringan, berbincang dengan sesama perantau, atau sekadar meregangkan kaki sebelum kembali menempuh perjalanan menuju kampung halaman di berbagai daerah di Jawa Tengah.
“Dari Jakarta berangkat jam 06.30 WIB, sampai sini sekitar 14.00 WIB. Ini mau lanjut lagi [mudik] pakai motor ke Klaten bareng suami, tapi lagi ambil motor ini orangnya,” kata Mudrikah saat berbincang dengan Espos, Sabtu.
Ibu rumah tangga usia 60 tahun itu, telah merantau di Jakarta bersama suminya sejak tahun 1981. Sebelum tahun 2018, tiap tahun ia harus mengeluarkan uang sendiri untuk biaya mudik ke kampung halaman.
“Alhamdulillah membantu sekali, sudah enam kali saya ikut, karena sangat meringankan biaya buat suami saya yang kerjanya buruh serabutan. Tapi biasanya saya ambil yang turun di Yogya, cuma tahun ini kehabisan kuota, dapatnya Semarang,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh perantau lainnya asal Jakarta, Rubianto. Perempuan usia 61 tahun yang bekerja sebagai pedagang ini, sudah tak lagi harus capek-capek berkendara naik motor dari Jakarta menuju Kota Semarang tiap menjelang Lebaran.
“Dulu selalu motoran kalau mudik. Tapi lima kali ini, ikut mudik bareng Honda,” kata Rubianto yang mengikuti program ini seorang diri.

Sementara itu, Perwakilan CS Network Departement Head Astra Honda Motor, Wisnu Wardana, mengatakan program Mudik Bareng Honda kali pertama dimulai pada 2008. Namun, program ini sempat terhenti sementara saat masa pandemi Covid-19 atau ketika ada larangan mudik.
“Dari Jakarta tujuan pemberhentiannya ada dua, Kota Semarang dan Yogyakarta. Dulu 2018 sebenarnya pernah ada Solo, tapi setelah dianalisis, ternyata kurang efektik. Sehingga tetap dua itu sampai sekarang,” kata Wisnu.
Adapun pada Mudik Bareng Honda 2026 ini, terang Wisnu, total peserta yang mengikuti mencapai 2.521 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.116 motor juga diangkut dari Jakarta menuju Kota Semarang dan Yogyakarta.
“Yang berhenti di Yogyakarta ada 1.601 pemudik dan 712 motor. Kota Semarang ada 920 pemudik dan 404 motor,” paparnya.
Menjelang petang, motor-motor yang sempat terparkir mulai meninggalkan halaman museum. Para pemudik, kembali melanjutkan perjalanan mudik melalui jalur darat menuju kota dan desa asal masing-masing, menuntaskan perjalanan pulang kampung yang telah lama dinantikan menjelang Lebaran.

Leave a Reply