Lelang DJKN Digelar di CFD Solo, Barang Menarik Dibuka Mulai Rp50.000

Lelang DJKN Digelar di CFD Solo, Barang Menarik Dibuka Mulai Rp50.000
Masyarakat bisa berburu beragam barang menarik dengan harga pembukaan mulai Rp50.000 dalam kegiatan Lelang on the Street yang digelar Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Minggu (11/10/2026). Melalui kegiatan di kawasan car free day (CFD) Solo tersebut, DJKN ingin mengenalkan lelang kepada masyarakat agar lebih mudah diakses, transparan, dan tepercaya.

Nusatime.com, SOLO — Masyarakat bisa berburu beragam barang menarik dengan harga pembukaan mulai Rp50.000 dalam kegiatan Lelang on the Street yang digelar Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Minggu (11/10/2026). Melalui kegiatan di kawasan car free day (CFD) Solo tersebut, DJKN ingin mengenalkan lelang kepada masyarakat agar lebih mudah diakses, transparan, dan tepercaya.

Kegiatan Lelang on the Street tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kekayaan Negara (HKN) ke-20 yang diselenggarakan DJKN.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan kuis interaktif yang dipandu pembawa acara. Setelah itu, pengunjung diajak mengikuti zumba bersama hingga sekitar pukul 06.55 WIB.

Suasana semakin meriah ketika panitia memberikan hadiah kepada lima peserta zumba paling bersemangat. Pengunjung juga diajak mengikuti kuis berhadiah serta mengunjungi stan KPKNL Surakarta yang dibuka sekitar pukul 07.00 WIB.

Di stan tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi mengenai lelang, mendapatkan informasi persyaratan peserta, serta memperoleh pendampingan untuk membuat akun di situs lelang.go.id. Pengunjung yang mengikuti aktivitas sosialisasi juga berkesempatan mendapatkan suvenir sesuai ketentuan panitia.

Puncak kegiatan berlangsung melalui dua sesi lelang berbayar. Dalam kegiatan tersebut, DJKN menawarkan beragam barang dengan harga pembukaan mulai Rp50.000.

Pada sesi pertama, panitia menawarkan sejumlah barang, antara lain setrika Philips, blender Philips, mesin pembuat kopi portabel, jam tangan pintar Redmi Watch 6 Active, dan televisi LED. Sesi kedua menghadirkan barang lain, seperti jersey Timnas Indonesia, helm, penanak nasi, air fryer, treadmill portabel, televisi LED Toshiba, dan sepeda.

Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta, Diana Setiastanti, mengatakan CFD menjadi momentum tepat untuk memperkenalkan layanan lelang secara langsung kepada masyarakat. Selama ini, tugas dan fungsi KPKNL lebih banyak bersinggungan dengan mitra kerja dan instansi pemerintah.

“Dalam kegiatan CFD ini, kami ingin mengenalkan lelang sebagai salah satu fungsi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Kami melihat banyak masyarakat berkumpul untuk berolahraga pagi sehingga momentum ini kami manfaatkan untuk mengenalkan lelang,” ujar Diana.

Menurut Diana, masih ada anggapan bahwa lelang merupakan proses yang rumit, tidak transparan, dan harga barangnya sudah ditentukan. Padahal, masyarakat kini dapat mengakses informasi lelang melalui situs resmi lelang.go.id.

“Masih ada stigma bahwa lelang itu tidak transparan, rumit, dan harganya sudah ditentukan. Kami ingin membuktikan bahwa lelang itu transparan, mudah, dan tepercaya. Masyarakat bisa mengakses informasi melalui lelang.go.id,” katanya.

Diana mengatakan, barang-barang yang dipilih sengaja dibuat dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Pihaknya berharap penawaran barang sederhana dapat menarik perhatian pengunjung CFD, termasuk ibu rumah tangga.

“Untuk barang-barang yang kami bawa hari ini, kami mencari barang yang kira-kira dibutuhkan ibu-ibu atau rumah tangga. Harapannya, banyak masyarakat yang tertarik untuk ikut,” jelasnya.

Dia mengakui barang seperti rumah, mobil, sepeda motor, dan ponsel yang ditawarkan melalui lelang daring bisa memiliki nilai relatif tinggi. Karena itu, pengenalan lelang melalui barang-barang sederhana diharapkan menjadi langkah awal untuk menarik minat masyarakat.

“Kalau melihat di lelang.go.id, ada rumah, mobil, motor, sampai ponsel yang harganya cukup tinggi. Kami ingin mengenalkan barang-barang sederhana seperti ini supaya masyarakat yang sedang lewat CFD bisa melihat langsung dan tertarik mencoba,” ungkapnya.

Diana berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana sosialisasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan lelang. KPKNL Surakarta juga ingin membuka kesempatan bagi warga yang tertarik menjadi peserta lelang.

“Harapan kami, masyarakat bisa datang ke stan dan mendaftar sebagai peserta lelang. Jadi, mereka tidak hanya melihat barang, tetapi juga mengetahui bagaimana cara mengikuti lelang,” tuturnya.

Dia menambahkan masyarakat dapat mengakses lelang.go.id untuk mencari beragam barang yang ditawarkan, mulai dari properti, kendaraan, pendingin ruangan atau AC, hingga inventaris kantor seperti meja kerja.

“Kalau masyarakat membutuhkan rumah, mobil, motor, AC, atau barang inventaris seperti meja kerja, bisa melihatnya di lelang.go.id. Barang-barang itu memang tidak selalu baru, tetapi bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang sedang mencari kebutuhan tertentu,” jelasnya.

Antusiasme mengikuti kegiatan tersebut juga terlihat dari pengunjung yang mencoba menawar barang. Salah seorang peserta, Dennis Zakaria,  tertarik pada jam tangan yang ditawarkan, meski belum berhasil memenangkan penawaran.

“Senang ada kegiatan seperti ini di CFD. Biasanya saya hanya melihat suasana CFD atau berolahraga, sekarang bisa sekalian melihat barang lelang dan mencoba menawar jam tangan. Walaupun belum berhasil mendapatkannya, pengalaman ini menarik. Setidaknya kami yang awam bisa mengetahui cara kerja dari lelang secara langsung,” ujar Dennis.

Peserta lainnya, Marfuah sempat mencoba menawar setrika tapi memutuskan mundur ketika memasuki harga di atas Rp120.000. Meski demikian, dia menilai kehadiran KPKNL di CFD membuat informasi mengenai lelang lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Menurut saya, kegiatan ini bagus karena masyarakat bisa mengenal lelang secara langsung. Saya tadi mencoba menawar setrika, tetapi belum berhasil. Setidaknya sekarang saya jadi lebih tahu bahwa lelang bisa diikuti masyarakat dan informasinya dapat dilihat melalui internet,” katanya.

Leave a Reply