Nusatime.com, SEMARANG—Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan di Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang diminati puluhan mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027. Padahal prodi tersebut baru dibuka Unwahas pada tahun ini.
Rektor Unwahas, Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM, mengatakan prodi Teknik Pertambangan menjadi salah satu dari dua prodi baru yang dibuka Unwahas tahun 2026. Selain Teknik Pertambangan jenjang S1, Unwahas juga membuka Prodi Fisioterapi jenjang S1.
“Alhamdulillah masing-masing ada mahasiswa baru dan cukup banyak animonya. Ada 30 mahasiswa pertambangan dan 25 mahasiswa fisioterapi setelah melalui proses seleksi tentunya,” ucap Prof. Helmy saat ditemui Espos, Jumat (25/9/2026).
Prof. Helmy menerangkan dibukanya prodi Teknik Pertambangan karena dibutuhkan oleh masyarakat dan dunia industri. Hal tersebut terbukti dengan kouta kelas yang langsung terpenuhi meski baru dibuka tahun ini.
“Sumber daya manusia di bidang pertambangan ini sangat-sangat kurang. Sehingga kita membuka prodi pertambangan dan animonya sangat luar biasa, walaupun prodi baru kita bisa mencapai kuota kelas yang Unwahas siapkan,” ungkap Prof. Helmy.
Lebih lanjut, dia menerangkan Unwahas juga telah menciptakan ekosistem untuk mendukung mahasiswa prodi Teknik Pertambangan. Helmy menyebut pihaknya telah melakukan kerja sama dengan instansi pemerintah provinsi dan pusat, BUMN hingga perusahaan swasta untuk memfasilitas mahasiswa pertambangan belajar langsung.
“Kita sudah ada perjanjian kerja sama dengan beberapa perusahaan terkait nanti program magang untuk mahasiswa. Harapannya saat masih kuliah mereka sudah terjun dan praktik di industri, sehingga nanti kalau lulus sudah siap bekerja,” imbuhnya.
Di sisi lain, dibukanya prodi Fisioterapi juga untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan. Terlebih, Unwahas bersama yayasan berencana membuka rumah sakit yang ditargetkan dapat berdiri tahun depan sehingga lulusan fisioterapi berpeluang diserap untuk kebutuhan internal maupun eksternal.
“Permintaan tenaga kesehatan baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri masih cukup banyak. Kita juga sudah bekerja sama dengan beberapa negara tetangga untuk penyaluran berkaitan dengan tenaga kesehatan, khususnya yang fisioterapi,” terang Prof. Helmy.
Rektor Unwahas menambahkan bahwa jumlah mahasiswa baru Unwahas tahun ini mengalami peningkatan sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian positif tersebut menjadi salah satu indikator kepercayaan masyarakat terhadap Unwahas yang terus tumbuh.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap Unwahas tidak dibangun secara instan. Hal itu merupakan hasil dari upaya kampus yang terus meningkatkan mutu akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akreditasi.
“Faktor lainnya pelayanan. Kita menerapkan pelayanan prima kepada mahasiswa maupun stakeholder lainnya. Tetapi mutu akademik itu menjadi kunci utama peningkatan kualifikasi akademik mahasiswa,” tandasnya.

Leave a Reply