Nusatime.com, FLORIDA — Peluncuran roket Falcon 9 milik SpaceX untuk mengirim pasokan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menciptakan pemandangan menakjubkan di langit Pantai Timur Amerika Serikat (AS), Selasa (13/10/2026) pagi waktu setempat.
Kepulan gas buang roket yang terkena cahaya fajar membentuk siluet bercahaya menyerupai ubur-ubur. Fenomena yang dikenal sebagai space jellyfish atau ubur-ubur luar angkasa itu terlihat di sejumlah wilayah hingga menarik perhatian warga.
Melansir Space.com pada Rabu (14/10/2026), Roket Falcon 9 lepas landas dari Landasan Peluncuran 40 di Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral, Florida, pukul 06.35 waktu setempat atau 10.35 GMT. Roket tersebut membawa wahana antariksa Dragon versi kargo dalam misi CRS-35, yakni misi pengiriman pasokan komersial ke-35 SpaceX untuk NASA menuju ISS.
Roket itu melintasi jalur di sepanjang Pantai Timur AS mengikuti arah utara sesuai lintasan orbit stasiun luar angkasa tersebut. Saat Falcon 9 melaju semakin tinggi, kepulan gas buang dari mesinnya melebar jauh melampaui ukuran roket. Kondisi udara yang semakin tipis di ketinggian turut memengaruhi bentuk kepulan tersebut.
Cahaya fajar yang menyinari kepulan gas buang itu membuatnya tampak terang di langit dan dapat disaksikan oleh jutaan orang.
Seorang warga bernama Ellen Alence mengaku terkejut ketika melihat fenomena tersebut dari peternakannya di Colbert, Georgia. Ia bahkan sempat mengabadikan pemandangan itu.
“Bisa dibayangkan betapa terkejutnya saya ketika membuka pintu belakang rumah untuk membiarkan anjing-anjing keluar pagi ini,” kata Alence kepada Space.com.
Pusat Antariksa Kennedy NASA juga menyoroti fenomena tersebut melalui unggahan di media sosial X. NASA menyebut banyak orang membicarakan penampakan “ubur-ubur luar angkasa” setelah peluncuran dari Kompleks Peluncuran Antariksa 40 di Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral, Florida.
NASA menjelaskan fenomena tersebut terkadang terlihat saat peluncuran roket menjelang matahari terbit atau terbenam. Pada waktu-waktu tersebut, kepulan gas buang roket terkena cahaya Matahari sehingga tampak bercahaya dan membentuk siluet menyerupai ubur-ubur.
“Fenomena ubur-ubur terjadi menjelang matahari terbit atau terbenam ketika kepulan gas buang roket diterangi cahaya terang sehingga membentuk siluet bercahaya yang menyerupai ubur-ubur,” demikian penjelasan NASA dalam unggahan tersebut.
Pemandangan serupa juga terlihat dari Durham, Carolina Utara. Richard Mack Wilson-Leigh menyaksikan peluncuran roket itu beberapa detik sebelum kedua tahap roket terpisah.
Setelah pemisahan tahap, mesin pada pendorong utama roket kembali dinyalakan untuk mengoreksi lintasan agar pendorong tersebut dapat mendarat kembali di Cape Canaveral.
Wilson-Leigh mengaku kejadian tersebut lebih mengejutkan dibandingkan saat pertama kali melihat roket melintas di langit. “Awalnya, saya mengira roket itu meledak,” ujarnya sambil bercanda kepada Space.com.
Ia juga sempat mengira objek bercahaya itu merupakan komet.
“Awalnya, saya mengira itu komet. Pikiran saya berganti-ganti antara dua hal: pemandangan itu sungguh luar biasa indah dan ini adalah akhir dunia,” kata Wilson-Leigh.
Pemisahan tahap roket terjadi sekitar 2,5 menit setelah lepas landas. Peristiwa tersebut menghasilkan pemandangan yang mencolok bagi warga yang terjaga pada pagi itu.
Saat pendorong utama Falcon 9 mulai bergerak menuju zona pendaratan, tahap kedua roket melanjutkan perjalanan menuju orbit dengan membawa wahana Dragon dan muatan seberat 6.300 pon atau sekitar 2.860 kilogram untuk ISS.
Wahana Dragon diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk mencapai ISS. Kedatangannya berlangsung setelah pergantian awak di stasiun luar angkasa tersebut, yakni ketika para astronaut misi Crew-13 menggantikan awak Crew-12.
Awak Crew-13 tiba di ISS pada 1 Oktober 2026. Sementara itu, para astronaut Crew-12 kembali ke Bumi pada 8 Oktober 2026.
Wahana Dragon dalam misi CRS-35 dijadwalkan tiba di ISS pada Kamis (15/10/2026) pagi waktu setempat. Wahana tersebut akan melakukan penambatan secara otomatis pada bagian modul Harmony yang menghadap ke luar angkasa sekitar pukul 11.00 EDT atau 15.00 GMT.

Leave a Reply