Nusatime.com, SALATIGA — Sebanyak 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) non-ASN di Kota Salatiga mendapat insentif kesejahteraan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga. Total anggaran yang disiapkan pada 2026 mencapai Rp6,642 miliar.
Penyerahan insentif secara simbolis dilakukan di Ruang Kaloka, Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Salatiga, Senin (19/10/2026). Penerima insentif merupakan guru dari jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs, hingga tutor pendidikan kesetaraan.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengatakan peningkatan kesejahteraan guru perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Menurut dia, perkembangan teknologi informasi menuntut guru terus belajar dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan generasi saat ini.
“Tuntutan belajar saat ini bukan hanya untuk murid, tetapi juga untuk para guru. Di tingkat dasar, fungsi guru tidak cukup hanya menyampaikan materi pelajaran. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana membentuk karakter yang baik bagi generasi muda,” tegas Robby.
Dia menyoroti persoalan perundungan atau bullying serta kekerasan terhadap anak yang dapat berdampak serius. Karena itu, guru perlu memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, kejujuran, dan sikap saling menghargai.
Salah satu upaya yang didorong Robby adalah menghidupkan kembali permainan tradisional di sekolah, terutama pada jenjang PAUD dan SD. Selain mengenalkan budaya, permainan tersebut dinilai dapat mengajarkan anak bekerja sama, bersikap jujur, dan menghormati orang lain.
“Melalui permainan tradisional saat jam istirahat, anak-anak belajar menghargai orang lain, mengedepankan kejujuran, melatih kerja sama tim, sekaligus melestarikan budaya. Dari situ karakter anak terbentuk, agar target Generasi Emas 2045 tidak berubah menjadi ‘Generasi Cemas’,” tambahnya.
Terkait kesejahteraan pendidik, Robby menyebut Pemkot Salatiga bersama DPRD terus mengupayakan peningkatan insentif secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Dia juga mengingatkan para guru agar bijak mengelola keuangan dan menghindari perjudian online serta pinjaman online ilegal.
Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, turut mengapresiasi pengabdian para guru dan tenaga kependidikan. Menurut dia, guru memiliki peran penting dalam membangun moral sekaligus menentukan masa depan generasi muda.
“Guru bukan sekadar profesi atau pekerjaan, melainkan sebuah pengabdian. Di tangan gurulah masa depan dan pembentukan moral anak-anak Kota Salatiga dipertaruhkan,” ujar Dance.
Dance juga mengingatkan para guru terhadap tantangan kenakalan remaja dan pengaruh media sosial yang dapat memicu perilaku kekerasan, termasuk tawuran. Dia mendorong guru mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memantau perilaku siswa, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Mujiati, menjelaskan anggaran insentif tersebut bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Perubahan Tahun Anggaran 2026. Total anggaran Rp6,642 miliar dialokasikan untuk 1.009 penerima.
Pada tahap awal, Pemkot Salatiga menyalurkan insentif sebesar Rp4,563 miliar untuk periode Januari-September 2026. Adapun insentif untuk Oktober-Desember akan disalurkan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.
Besaran insentif bulanan berbeda sesuai jenjang dan kategori penerima. Sebanyak 546 guru PAUD dan 28 tutor Paket A masing-masing menerima Rp500.000 per bulan. Kemudian, 267 guru SD/MI dan 113 guru SMP/MTs masing-masing menerima Rp450.000 per bulan.
Sementara itu, 31 tutor Paket B mendapat Rp750.000 per bulan dan 24 tutor Paket C menerima Rp1 juta per bulan.
Penyerahan simbolis di Ruang Kaloka diwakili 90 GTK, terdiri atas 30 perwakilan PAUD, 30 perwakilan SD/SMP swasta, 20 perwakilan MTs, dan 10 tutor pendidikan kesetaraan. Insentif bagi penerima lainnya disalurkan melalui transfer ke rekening masing-masing secara bertahap.

Leave a Reply