Sapi Seberat Nyaris 1 Ton Milik Warga Tangkil Sragen Dibeli Presiden Rp80 Juta

Sapi Seberat Nyaris 1 Ton Milik Warga Tangkil Sragen Dibeli Presiden Rp80 Juta
Mbah Hadi, 83, peternak sapi di Tugu, Tangkil, Sragen, memberi makan sapi jenis limosin yang dibeli Presiden Prabowo Subianto, Senin (11/5/2026)

Nusatime.com, SRAGEN — Seekor sapi jenis limosin dengan berat badan 9,5 kuintal dan tinggi sekitar 150 cm milik warga di Dukuh Tugu RT 001/RW 012, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota, Kabupaten Sragen, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk hewan kurban pada perayaan Iduladha 2026. Sapi berumur 3,5 tahun tersebut dibeli dengan harga Rp80 juta.

Sapi bewarna cokelat tua dipelihara pemiliknya Hadi Sumanto, 83, selama dua tahun. Mbah Hadi membeli sapi itu saat masih anakan senilai Rp21 juta. Saat dibeli, sapi tersebut berumur 1,5 tahun. Sapi dipelihara ekstra khusus dengan makanan rumput, plus jerami kering, dan kombor dengan polar dan bekatul. Sapi juga diberi tambahan kalsium untuk menguatkan tulang kaki karena bobot badannya besar.

“Sapi saya ini dibeli Pak Presiden Prabowo Subianto. Sekitar sepekan lalu sudah diberi uang muka. Sapi ini saya beri nama Glendoh karena bobot badannya yang besar. Sapi jantan itu saya jual dengan harga Rp80 juta,” ujar Mbah Hadi saat ditemui Espos di kandang sapi miliknya, Senin (11/5/2026).

Sapi yang dibeli Presiden merupakan salah satu sapi dari lima ekor sapi milik Mbah Hadi. Kelima ekor sapi Mbah Hadi terdiri atas empat ekor sapi jantan dan satu ekor sapi betina. Khusus sapi betina tidak dijual. Dari empat ekor sapi jantan sudah laku tiga, sehingga masih satu ekor sapi yang bobotnya hampir sama dengan sapi Glendoh dan juga ditawarkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Sapi yang belum laku ini namanya Jegot. Kalau mau dibeli Pak Presiden maka cukup Rp60 juta saja. Jadi beli dua ekor, saya beri diskon Rp20 juta,” ujar dia.

Mbah Hadi menyampaikan sapi yang dibeli Presiden akan diperuntukkan bagi warga di wilayah Gemolong atau Kalijambe yang dikirimkan pada saat perayaan Iduladha.

Mbah Hadi bercerita ia telah memelihara sapi sejak kecil. Dia belajar memelihara sapi dari bapaknya yang memiliki 14 ekor sapi.

“Saya sudah tua, sudah capai mencari rumput. Setiap hari harus mencari rumput sebanyak tiga sak dengan membutuhkan waktu selama tiga jam,” jelas Mbah Hadi yang masih energik di usia yang sudah uzur.

Sapi tersebut sudah diperiksa oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sragen. Mbah Hadi merasa senang sekali sapinya bisa laku dibeli Presiden. Dia merasa bangga sapinya bisa lolos menjadi sapi untuk kebutuhan hewan kurban Presiden.

Dua ekor sapinya jenis brangus dan PO sudah laku dan dibeli warga Bugel, Tangkil. Dia mengatakan sapi jenis PO laku dengan harga Rp24,5 juta dan sapi brangus laku Rp26,5 juta. Dia menerangkan harga sapi menjelang Iduladha naik sampai Rp400.000 per ekor.

Leave a Reply