Nusatime.com, SALATIGA — Berburu kuliner khas di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), belum lengkap tanpa mencicipi sate kronyos. Sajian unik berbahan lemak dan jeroan sapi ini menghadirkan sensasi berbeda, terutama dari bunyi “kronyos-kronyos” saat dibakar di atas bara api.
Tak sulit menemukan kuliner legendaris ini. Sate kronyos dijajakan di lantai dua Pasar Raya I Salatiga, tepat di tengah hiruk-pikuk pasar tradisional. Di situlah letak daya tariknya, menikmati sate hangat dengan latar suasana pasar yang autentik dan apa adanya.
Kuliner ini sudah dikenal sejak 1950-an dan kini diteruskan oleh generasi kedua. Asih Suminem melanjutkan usaha keluarga sejak 1992. Meski waktu terus berjalan, cita rasa sate kronyos tetap dijaga seperti aslinya.
Asih menjelaskan, nama kronyos berasal dari bunyi yang muncul saat lemak sate meleleh dan menetes ke bara api. Percikan minyak itu menghasilkan suara khas sekaligus aroma yang menggoda selera.
“Kalau nama kronyos itu dari bunyi daging dan jagoan yang berbunyi saat dibakar. Jadi orang menyebutnya sate kronyos,” kata Asih kepada Espos, Senin (30/3/2026).
Sensasi Rasa dan Harga Bersahabat
Berbeda dari sate pada umumnya, sate kronyos lebih dominan menggunakan lemak dan jeroan, dengan sedikit daging. Bahan-bahan tersebut dipotong kecil, ditusuk, lalu direndam dalam bumbu rempah sebelum dibakar hingga matang. Sajian ini kemudian dilengkapi kupat dan siraman bumbu kacang.
“Kalau bumbu kacangnya memang resep dari ibu saya. Dulu awalnya yang jualan ibu kemudian saya membantu dan meneruskan sampai sekarang,” ungkapnya.
Meski berlokasi di dalam pasar, peminat sate kronyos tak pernah sepi. Selain cita rasanya yang khas, harga yang ditawarkan juga ramah di kantong. Satu porsi berisi 10 tusuk sate lengkap dengan ketupat dan sambal kacang dibanderol sekitar Rp14.000.
“Banyak pelanggan yang datang itu dari warga Salatiga dan luar kota. Mereka sebagian penasaran karena melihat konten dari media sosial,” kata Asih.
Sate kronyos buka setiap hari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Dalam sehari, Asih mampu mengolah hingga empat kilogram jeroan sapi untuk dijadikan sate kronyos.
Salah satu pelanggan, Yuliyanto, mengaku tertarik mencoba sate kronyos setelah melihat konten di media sosial. Ia menilai kuliner ini memiliki cita rasa yang unik dan membuat ketagihan.
“Sensasi rasanya unik dan suasana Tengah pasar juga membuat tambah menarik. Sudah beberapa kalo coba memang bikin ketagihan,” kata warga Semarang tersebut.
Menurut Yuliyanto, harga sate kronyos juga tergolong terjangkau, sehingga layak menjadi salah satu daftar kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Salatiga.

Leave a Reply