SMA Unggulan Rushd Sragen Hadirkan Dosen Viral ITB Sambut 175 Murid Baru

SMA Unggulan Rushd Sragen Hadirkan Dosen Viral ITB Sambut 175 Murid Baru
Para murid baru dan orang tua/wali mengikuti acara Welcome Ceremony di SMA Unggulan Rushd Sragen, Minggu (12/7/2026). (Daerah/Tri Rahayu)

Nusatime.com, SRAGEN — SMA Unggulan Rushd Sragen menyambut 175 murid baru dengan menghadirkan dosen Teknik Metalurgi yang viral dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Imam Santoso pada acara Welcoming Ceremony 2026, Minggu (12/7/2026).

Doktor lulusan School of Chemical Technology, Aalto University, Finlandia (2014-2019), itu memberikan inspirasi dan motivasi bagi para murid baru. SMA Unggulan Rushd resmi menyambut 175 murid baru generasi keempat (Gen-4) tahun ajaran 2026/2027.

Penyambutan mereka dikemas dengan kegiatan Welcoming Ceremony bertajuk Galiung: Cogito, Actio, Exploro. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi para murid baru untuk mengenal budaya sekolah, nilai-nilai yang dijunjung tinggi, serta semangat belajar yang akan mengiringi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di SMA Unggulan Rushd

Hadir dalam acara itu, 350 orang tua murid bersama Founder SMA Unggulan Rushd Sragen Achmad Zaky Syaifudin, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Wabup Karanganyar Adhe Eliana, dan perwakilan pejabat dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen. 

Seratusan murid baru itu berasal dari 18 provinsi di Indonesia, seperti dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Nusa Tenggara. Mereka menyaksikan bakat dan kreativitas para kakak kelasnya yang berprestasi pada berbagai lomba tingkat nasional.

Beberapa prestasi yang diraih termasuk medali emas pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), dan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Alumnus SMA Unggulan Rushd penerima beasiswa Garuda turut hadir untuk berbagi pengalaman bersama dosen inspiratif Imam Santoso. 

Fondasi Menuju Bangku Kuliah

Founder SMA Unggulan Rushd Sragen Achmad Zaky Syaifudin menyampaikan pertemuan dengan Imam Santoso menjadi momentum menjalin relasi. Kalau para murid ingin diajak Imam Santoso, Zaky menyampaikan mereka harus berusaha untuk bisa masuk ke ITB.  

“Bertemu dengan Mas Imam Santoso benar-benar kesempatan langsung. Bertemu beliau itu luar biasa. Jadi adik-adik semua harus menyiapkan diri. Tiga tahun di SMA Unggulan Rushd. Jangan sia-siakan waktu! Tempa diri, belajar yang rajin, bertanya, jangan berdiam, jangan mager!” pesan Zaky. 

Zaky menginginkan para murid baru berkompetisi mengambil kesempatan setiap ada program baru, seperti program Exchange, program Summer Camp, bertemu tokoh, dan program lainnya. Dia mengimbau seluruh siswa SMA Unggulan Rushd selalu aktif karena keaktifan itu nanti menjadi fondasi menuju bangku kuliah. 

“Hal ini sudah dibuktikan para alumni generasi pertama [Gen-1] SMA Unggulan Rushd. Beberapa prestasi yang diraih generasi pertama, di antaranya meraih ranking ke-8 nasional untuk ujian tulis berbasis komputer [UTBK]. Prestasi ini bukan beban untuk Gen-4 tetapi diharapkan tahun berikutnya ranking ini akan meningkat,” jela dia. 

Dia menyampaikan 95% lulusan SMA Unggulan Rushd 2026 diterima beasiswa perguruan tinggi negeri lewat seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP). Dia menilai prestasi ini menjadi fondasi yang bagus. Seperti di ITB, jelas dia, sudah ada alumnus SMA Unggulan Rushd sehingga bisa menjadi fondasi SMBP di sana. 

Sebagai informasi, selain menjadi dosen Teknik Metalurgi ITB, Imam Santoso juga seorang kreator konten yang viral karena sering membagikan kisah inspiratif tentang perjuangan mahasiswa dari latar belakang kurang mampu. Ia juga dikenal sebagai “dosen online” dan kerap membuka rumahnya di Bandung sebagai tempat belajar dan berkumpul bagi para mahasiswanya.

Leave a Reply