Nusatime.com, KUDUS—Legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti, menilai kesinambungan pembinaan atlet dari klub hingga Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) menjadi salah satu kunci menjaga prestasi bulu tangkis Indonesia.
Pembinaan yang berkelanjutan diperlukan agar potensi atlet tidak terhenti ketika mereka meninggalkan klub dan memasuki jenjang pembinaan berikutnya.
Saat ditemui di Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu (7/11/2026), Susi mengatakan perkumpulan bulu tangkis (PB) di Indonesia memiliki peran penting dalam membangun fondasi prestasi atlet. Keberadaan klub-klub tersebut perlu didukung sistem pembinaan yang berkesinambungan sehingga mampu menghasilkan atlet berkualitas untuk memperkuat tim nasional.
“Bagaimana kita membuat pembinaan itu terus berkelanjutan dengan baik? Setelah itu, sebetulnya juga ada tugas yang lebih besar, bagaimana mendedikasi dan menjadi juara nasional,” ujar Susi.
Menurut dia, pembinaan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian gelar juara dalam satu kejuaraan. Setiap jenjang harus memiliki kesinambungan, mulai dari pembinaan di klub, proses seleksi dan pengembangan atlet, hingga persiapan menghadapi kompetisi internasional.
“Kontinuitas tersebut juga menjadi tantangan bagi ekosistem bulu tangkis Indonesia. Klub memiliki tanggung jawab membentuk kemampuan dasar dan mengembangkan potensi atlet, sedangkan pembinaan di tingkat nasional harus mampu melanjutkan proses tersebut agar atlet berkembang secara optimal,” ujarnya.
Susi Susanti mengakui persaingan bulu tangkis Indonesia dengan negara-negara lain semakin ketat. Meski demikian, dia tetap optimistis Indonesia mampu memberikan hasil terbaik melalui kejuaraan-kejuaraan yang menjadi target utama.
“Persaingan di tingkat internasional saat ini kian ketat. Kita tidak bisa hanya jalan di tempat saja. Kita harus berbenah, apalagi dengan adanya sport science semua negara hampir setara, jadi banyak aspek yang harus dikejar agar prestasi kita terus meningkat,” tuturnya.
Dia juga menyinggung sejumlah agenda besar, termasuk Asian Games dan Olimpiade. Indonesia dinilai masih memiliki sejumlah atlet potensial yang perlu dipersiapkan secara matang untuk menghadapi persaingan di level internasional.
“Karena itu, kesinambungan pembinaan dari klub hingga Pelatnas menjadi pekerjaan penting seluruh pemangku kepentingan bulu tangkis. Dengan sistem pembinaan yang berjalan konsisten, regenerasi atlet diharapkan dapat berlangsung lebih baik dan menjaga tradisi prestasi Indonesia,” ucapnya.

Leave a Reply