Damkar Temukan Puluhan Hidran di Semarang Terdata tapi Tak Berwujud

Damkar Temukan Puluhan Hidran di Semarang Terdata tapi Tak Berwujud
Kepala Seksi Inspeksi Damkar Kota Semarang, Budhi Tri Nasril mengeluhkan banyak hidran yang terdata tapi tidak berwujud. (Daerah/Fitroh Nurikhsan)

Nusatime.com, SEMARANG — Memasuki musim kemarau, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Institusi ini bahkan telah memetakan titik-titik hidran dan sumber air untuk mempercepat penanganan kebakaran serta meminimalkan korban jiwa maupun kerugian material lainnya. 

Kepala Seksi Inspeksi Damkar Kota Semarang, Budhi Tri Nasril, mengatakan pihaknya tengah menginventarisasi aset sumber air pemadam yang selama ini tersebar di berbagai instansi, mulai dari PDAM, kawasan industri, hingga perumahan yang saat ini sedang berproses menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) kepada Pemerintah Kota Semarang. 

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 135 titik sumber air aktif atau berfungsi yang terdiri dari hidran, tandon, dan sumur yang berada di kawasan industri maupun perumahan. Selain itu, Damkar juga mendata sejumlah sumur peninggalan Belanda yang berpotensi dimanfaatkan saat terjadi kebakaran.

“Kami menemukan sumber air atau hidran itu sekitar 295, tapi yang aktif atau berfungsi hanya 135. Jadi sekarang kami tarik semua data (hidran) yang selama ini terpencar,” ujar laki-laki yang akrab disapa Nasril saat diwawancarai Espos, Sabtu (18/7/2026). 

Nasril memaparkan wilayah Semarang Timur menjadi salah satu daerah yang masih mengalami blank spot hidran. Dua wilayah yakni Pedurungan dan Tlogosari menjadi perhatian Damkar karena minim sumber air pemadam yang terverifikasi.

Bahkan, Damkar menemukan fakta bahwa banyak hidran yang tercatat dalam data ternyata tidak ditemukan saat dilakukan pengecekan lapangan. Kondisi tersebut terjadi di kawasan Tlogosari. 

“Faktanya di perumahan Tlogosari banyak hidran yang hilang, kami menerima data ada 21 hidran. Saat dicek, yang ditemukan hanya satu. Sisanya hilang dan sekarang masih kami cari barang-barangnya ada di mana,” imbuhnya. 

Temuan hidran yang tak berwujud tidak hanya terjadi di Tlogosari. Di Kecamatan Tembalang, Damkar juga menerima laporan adanya dua hidran yang tercatat dalam data wilayah. Namun ketika diverifikasi di lapangan, petugas hanya menemukan satu hidran. 

Untuk mengatasi keterbatasan sumber air tersebut, Damkar membuka peluang kerja sama dengan masyarakat yang memiliki sumur pribadi. Sumur milik masyarakat itu nantinya di dimasukkan ke dalam peta sumber air untuk proses pemadaman dengan syarat memiliki akses yang memadai dan dapat digunakan saat keadaan darurat.

“Kami tidak ingin kejadian kebakaran di pemukiman padat di Jakarta terjadi di Semarang, makanya kami memetakan titik-titik sumber air agar wilayah yang masih menjadi blank spot bisa segera teridentifikasi,” tandas Nasril. 

Leave a Reply