Nusatime.com, SEMARANG — Kebakaran melanda pabrik pengolahan kayu PT Setia Indoputra di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (7/6/2026). Hingga siang hari, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang masih berjibaku memadamkan bara api yang tersisa di tumpukan serbuk kayu dan bahan baku produksi.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan kebakaran diduga bermula dari ledakan yang terjadi di ruang mesin produksi sebelum api merembet ke area penyimpanan bahan baku.
“Informasi awal yang kami terima dari salah satu karyawan, ada ledakan di ruang mesin produksi. Kejadian kebakaran terjadi pukul 04.23 WIB,” kata Tantri saat dihubungi Espos, Minggu.
Menurut Tantri, objek yang terbakar merupakan pabrik briket yang memproduksi arang. Banyaknya material mudah terbakar di lokasi membuat api dengan cepat menyebar ke sejumlah titik di area belakang pabrik.
“Di samping area mesin itu banyak tumpukan grajen atau serbuk kayu yang digunakan untuk membuat briket. Karena bahan bakunya mudah terbakar, api cepat merambat dan membesar,” ungkapnya.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Kota Semarang mengerahkan delapan unit armada serta 45 personel. Meski kobaran api utama telah berhasil dilokalisasi, proses pemadaman masih berlangsung karena bara api masih tersimpan di bagian dalam tumpukan serbuk kayu.
“Sekarang masih proses pemadaman. Yang sulit itu bara api berada di tengah-tengah tumpukan serbuk kayu. Kalau hanya disemprot dari atas tidak bisa langsung padam,” paparnya.
Petugas berencana mengerahkan alat berat guna mengurai tumpukan material yang masih menyimpan bara api agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif.
Luas area pabrik yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 23.902 meter persegi. Meski sebagian besar area pabrik mengalami kerusakan akibat kebakaran, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan dan perhitungan oleh petugas.
“Kalau suplai air berhenti, bara api berpotensi menyala lagi. Karena itu teman-teman masih terus melakukan pemadaman. Kemungkinan prosesnya bisa sampai malam,” tandas Tantri.

Leave a Reply