Nusatime.com, SOLO — Event Pasar Pasaran yang digelar di Taman Balekambang, Solo, pada Sabtu-Minggu (11-12/7/2026) mampu menyedot 21.444 pengunjung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo menilai acara itu cukup signifikan mendongkrak tingkat kunjungan di objek wisata tersebut.
Kepala Disbudpar Solo Maretha Dinar Cahyono menjelaskan jumlah pengunjung itu terbagi pada Sabtu sebanyak 9.260 orang dan Minggu sebanyak 12.184 orang. “Kunjungan wisatawan akhir pekan biasa, rata-rata 3.500 wisatawan pada Sabtu dan 4.500 orang pada Minggu. Artinya meningkat lebih dari dua kali lipat,” kata dia kepada Espos melalui telepon, Selasa (14/7/2026).
Menurut dia, anak muda mendominasi jumlah pengunjung selama event Pasar Pasaran di Taman Balekambang. Karakteristik pengunjung masih sama dengan Pasar Pasaran pertama di Taman Balekambang pada 2025 lalu. Sedangkan tenant yang paling ramai yakni kuliner.
“Booth kuliner unik-unik ya, setiap tenant memiliki tema tersendiri. Mereka merancang booth dengan sangat cantik untuk menarik pengunjung,” ungkap dia.
Dia berharap penyelenggara Pasar Pasaran tetap menggunakan Taman Belekambang untuk event berikutnya. Event Pasar Pasaran digelar Sabtu-Minggu lalu untuk melanjutkan Festival Suaraga.
“Tren kunjungn wisatawan di Taman Balekambang itu naik turun, misalnya ketika Ramadan turun, naik saat liburan sekolah, dan naik ketika ada event seperti Pasar Pasaran,” ujar dia.
Dia menjelaskan setelah Pasar Pasaran, Taman Balekambang akan menjadi salah satu lokasi acara Solo International Art Camp (SIAC) pada 16-23 Juli 2026. SIAC akan menggunakan Sasana Krida Kusuma Manahan atau Gedung Wanita Solo. Sedangkan pementasan hasil kesenian digelar di Taman Belekambang.
Sebelumnya, Pasar Pasaran menghadirkan beragam tenant mulai dari produk makanan dan minuman (food and beverage), produk organik, kecantikan, kesehatan, aksesori, karya seni, produk gaya hidup, hingga berbagai produk ekonomi kreatif lainnya.
Jumlah tenant pada acara Pasar Pasaran kali ini lebih banyak dibandingkan saat berkolaborasi dalam Suaraga Fest. Selain itu, panitia juga menghadirkan aktivitas yoga yang dapat diikuti pengunjung sebagai bagian dari konsep wellness tourism.

Leave a Reply