Magetan Promosikan Wisata Alternatif Momen Libur Lebaran 2026

Magetan Promosikan Wisata Alternatif Momen Libur Lebaran 2026
Suasana kawasan wisata Genilangit, Kabupaten Magetan beberapa waktu lalu. (Espos.id/Imam Mustajab)

Nusatime.com, MAGETAN — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan mulai mengalihkan fokus promosi ke destinasi wisata alternatif menjelang libur Lebaran 2026. Langkah ini diambil menyusul turunnya kunjungan ke Telaga Sarangan selama Ramadan sekaligus untuk mengantisipasi penumpukan wisatawan di satu lokasi.

Kepala Disbudpar Magetan, Suwito, mengatakan pihaknya tidak ingin lonjakan wisatawan saat Lebaran hanya terpusat di Telaga Sarangan. Karena itu, promosi destinasi penyangga terus digencarkan melalui berbagai platform digital.

Sejumlah destinasi yang didorong antara lain Telaga Wahyu, Kebun Bunga Refugia, Genilangit, Kebun Buah Srogo, serta Bumi Perkemahan Alas Tuwo. Destinasi tersebut dinilai mampu menjadi alternatif sekaligus mendukung pemerataan kunjungan wisata.

“Promosi kami arahkan agar wisatawan tidak hanya ke Sarangan, tapi juga menyebar ke destinasi lain,” ujar Suwito, Jumat (20/3/2026).

Meski demikian, Telaga Sarangan masih menjadi magnet utama wisata di Magetan. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kunjungan tercatat sekitar 1.500 wisatawan per hari, meski angkanya fluktuatif dan cenderung menurun selama Ramadan.

Disbudpar menilai kondisi global turut memengaruhi pergerakan wisatawan. Karena itu, diperlukan strategi distribusi kunjungan agar sektor pariwisata tetap bergerak selama periode libur Lebaran.

Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, Pemerintah Kabupaten Magetan menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan wisata dengan melibatkan Dinas Perhubungan dan kepolisian. Skema shuttle dari terminal juga disiapkan guna mengurangi kepadatan kendaraan, terutama di jalur menuju Sarangan.

Selain itu, kesiapan destinasi alternatif turut diperkuat melalui pembinaan intensif. Tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) telah diterjunkan untuk memastikan fasilitas, aksesibilitas, serta keamanan di masing-masing lokasi.

“Intinya, kami ingin beban Sarangan berkurang, tapi kunjungan wisata tetap tinggi dan merata,” kata Suwito.

Dengan strategi tersebut, Pemkab Magetan berharap wisatawan tetap dapat menikmati liburan yang aman dan nyaman tanpa harus terjebak kepadatan di satu kawasan.

Leave a Reply