Arus Mudik Membludak, One Way Lokal Kalikangkung–Salatiga Diberlakukan

Arus Mudik Membludak, One Way Lokal Kalikangkung–Salatiga Diberlakukan
Potret rekayasa one way lokal dari Kalikangkung-Salatiga. Rabu (18/3/2026) (Istimewa)

Nusatime.com, SEMARANG — Rekayasa lalu lintas berupa sistem one way lokal diberlakukan di ruas Tol Semarang–Salatiga menyusul lonjakan arus kendaraan pada puncak mudik Lebaran 2026, Rabu (18/3/2026) sore.

Kepala Pos Pengamanan Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, AKP Dimas Arief Wicaksono, mengatakan one way lokal diterapkan mulai KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 459 Simpang Susun (SS) Salatiga sejak pukul 16.45 WIB.

“Iya, one way lokal dimulai dari KM 414 GT Kalikangkung sampai dengan KM 459 SS Salatiga,” ucap AKP Dimas kepada Espos, Rabu.

Penerapan rekayasa ini dilakukan setelah volume kendaraan dari arah Jakarta menuju Semarang dan Solo terus meningkat sejak pagi.

Lonjakan Kendaraan Signifikan

Berdasarkan data, jumlah kendaraan yang melintas pada pukul 06.00–16.00 WIB mencapai 36.372 unit dengan tren kenaikan signifikan.

“Puncak arus mudik di GT Kalikangkung tercatat pada pukul 15.00-16.00 WIB dengan volume kendaraan yang mencapai 4.201 dan pukul 16.00-17.00 WIB dengan volume kendaraan 3.750,” ungkap Dimas.

Dalam periode 24 jam, mulai 17 Maret 2026 pukul 06.00 WIB hingga 18 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, arus kendaraan masuk ke Jawa Tengah meningkat tajam, terutama melalui GT Kalikangkung dan GT Pejagan.

Di GT Kalikangkung, kendaraan masuk dari arah Jakarta mencapai 48.150 unit, naik 53,1% atau bertambah 16.704 kendaraan dibanding hari sebelumnya. Sementara arus keluar menuju Jakarta justru turun 33% menjadi 11.653 kendaraan.

Kondisi serupa terjadi di GT Pejagan. Volume kendaraan masuk tercatat 13.570 unit atau meningkat 41,9%, sedangkan arus keluar ke arah barat turun 64,5% menjadi 1.881 kendaraan. Data ini menunjukkan dominasi pergerakan kendaraan menuju wilayah Jawa Tengah.

Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional

Kasatgas Humas Polda Jawa Tengah, Artanto, menyebut peningkatan arus kendaraan merupakan bagian dari puncak mudik Lebaran. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

“Polda Jateng akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way di jalur tol berdasarkan parameter tertentu yang telah ditetapkan, dan langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik,” tukas Artanto.

Leave a Reply