Nusatime.com, BOYOLALI — Sekitar 40% konstruksi jembatan di Jalan Tape Baru, Mojosongo, Boyolali, ambrol setelah tergerus arus air saat hujan deras pada Jumat (6/3/2026). Kondisi tersebut membuat jalan tidak aman dilalui kendaraan roda empat.
Jalur yang menghubungkan kawasan Museum Hamong Wardoyo itu sementara ditutup dan arus lalu lintas dialihkan, khususnya untuk kendaraan roda empat atau lebih. Petugas juga memasang water barrier dan papan pengumuman agar warga tidak melintas.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali, Joko Prasetyo, mengatakan kerusakan terjadi setelah hujan deras menyebabkan debit air sungai di bawah jembatan meningkat.
“Aliran air bahkan meluap ke atas jembatan sekitar pukul 16.30 WIB dan menyebabkan kerusakan pada bagian konstruksi,” kata Joko, Minggu (8/3/2026).
Berdasarkan hasil pengamatan awal, kerusakan terjadi pada lantai jembatan sisi hilir yang tergerus hingga membahayakan konstruksi abutment. Sebagian struktur penopang tersebut bahkan hanyut terbawa arus air.
Selain itu, pagar jembatan di sisi kanan juga ambrol. Material tanah di bawah pelat injak jembatan ikut tergerus.
“Timbunan di bawah pelat injak juga tergerus air atau sekitar 40% konstruksi jembatan hilang,” ujarnya.
Menurut Joko, kondisi struktur jembatan tidak aman dilalui kendaraan roda empat atau lebih. Kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas, namun pihaknya tidak merekomendasikannya karena dikhawatirkan jembatan bisa kembali ambrol.
Ia menjelaskan jembatan tersebut memiliki tipe konstruksi pelengkung dari pasangan bata merah dengan panjang sekitar 2,5 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 3 meter.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu hasil koordinasi dan arahan pimpinan terkait rencana perbaikan jembatan tersebut, mengingat ruas Jalan Tape kerap menjadi jalur alternatif saat arus mudik Lebaran.
Salah satu warga Boyolali, Luqman Hakim (22), mengatakan jalan tersebut sering digunakan sebagai jalur cepat menuju kawasan Hamong Wardoyo dari arah selatan.
“Kalau bisa segera dibenahi karena dekat alun-alun dan banyak kendaraan lewat. Apalagi biasanya jadi jalur alternatif saat mudik Lebaran,” katanya.
Leave a Reply