Nusatime.com, PURWOKERTO-Kreativitas mahasiswa kembali mendapat apresiasi dari Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) angkatan 2023 Ridho Akmal Zaki, berhasil meraih juara dalam Sayembara Logo Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Saizu ke-58 Tahun 2026.
Karya desain yang dibuat Ridho resmi ditetapkan sebagai identitas visual pelaksanaan KKN UIN Saizu ke-58 yang mengusung tagline Bareng Warga Mbangun Karya. Logo akan digunakan dalam berbagai media publikasi dan kegiatan resmi KKN yang dikoordinasikan oleh Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu.
Penetapan logo menjadi salah satu tahapan penting dalam persiapan pelaksanaan KKN 2026. Selain berfungsi sebagai identitas visual, logo juga menjadi simbol yang merepresentasikan nilai, semangat, dan tujuan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Sayembara Logo KKN UIN Saizu ke-58 dibuka sejak 27 Mei 2026 dan mendapat antusiasme dari mahasiswa berbagai program studi. Peserta diberikan kesempatan mengirimkan karya terbaik hingga 8 Juni 2026.
Setelah masa pengumpulan berakhir, panitia melakukan proses seleksi dan penilaian pada Selasa-Jumat (9–12/6/2026). Hasil penjurian kemudian diumumkan pada 15 Juni 2026 dengan menetapkan karya Ridho Akmal Zaki sebagai pemenang utama.
Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu kreativitas, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam menyukseskan salah satu program pengabdian masyarakat terbesar yang rutin diselenggarakan UIN Saizu setiap tahun.
Dalam proses seleksi, panitia menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi peserta. Logo wajib memiliki desain yang mudah diaplikasikan pada berbagai media, baik cetak maupun digital, serta memuat unsur identitas KKN UIN Saizu ke-58. Selain itu, desain juga harus selaras dengan jargon kegiatan, yakni Bareng Warga Mbangun Karya, yang menjadi semangat utama pelaksanaan KKN tahun ini.
Melalui ketentuan tersebut, panitia berharap logo terpilih mampu menjadi representasi visual yang kuat, mudah dikenali, dan mampu menggambarkan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Ridho Akmal Zaki mengaku bersyukur dan tidak menyangka desain yang dibuatnya berhasil terpilih sebagai logo resmi KKN UIN Saizu ke-58.
Menurutnya, mengikuti sayembara logo bukan sekadar kompetisi desain, tetapi juga kesempatan untuk menerjemahkan nilai-nilai pengabdian mahasiswa ke dalam sebuah karya visual yang komunikatif dan mudah dipahami masyarakat. “Alhamdulillah, senang dan bersyukur bisa berkontribusi lewat karya. Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah memberikan kepercayaan dan apresiasi terhadap karya saya,” ujarnya.
Ridho menjelaskan bahwa setiap elemen dalam desain logonya memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan semangat KKN UIN Saizu. Angka 58 menjadi simbol pelaksanaan KKN UIN Saizu yang ke-58 sekaligus menggambarkan keberlanjutan tradisi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Pada angka lima, terdapat unsur daun yang melambangkan pertumbuhan, harapan, dan keberlanjutan dampak positif yang ingin diwujudkan melalui berbagai program KKN. Sementara itu, lingkaran yang membentuk angka delapan menggambarkan persatuan mahasiswa dan warga dalam semangat gotong royong, kolaborasi, serta kebersamaan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dari sisi warna, hijau dipilih sebagai representasi nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan semangat pemberdayaan masyarakat. Adapun warna kuning-oranye melambangkan energi, kreativitas, optimisme, dan semangat berkarya demi kemajuan bersama.
Sebagai bentuk apresiasi, Ridho menerima piagam penghargaan, uang pembinaan sebesar Rp500 ribu, serta penghargaan khusus berupa penetapan karyanya sebagai identitas resmi KKN UIN Saizu ke-58. Penghargaan tersebut diserahkan pada Senin, 15 Juni 2026, di kantor LPPM UIN Saizu yang berada di Gedung Rektorat Lantai 4.
Penghargaan ini menjadi bukti dukungan kampus terhadap kreativitas mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi institusi. Keberhasilan Ridho menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Saizu tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif yang bernilai dan berdampak bagi kampus.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam mampu mengimplementasikan kompetensi komunikasi visual yang dipelajari selama perkuliahan ke dalam karya yang efektif, informatif, dan bermakna.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diterjunkan ke berbagai wilayah untuk melaksanakan program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, dan karakteristik masyarakat setempat.
Dengan terpilihnya logo karya Ridho Akmal Zaki sebagai identitas resmi KKN UIN Saizu ke-58, diharapkan semangat “Bareng Warga Mbangun Karya” dapat menginspirasi seluruh peserta KKN untuk membangun kolaborasi yang kuat bersama masyarakat, menciptakan inovasi yang bermanfaat, serta menghadirkan dampak positif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan warga. (NA)

Leave a Reply