Nusatime.com, WONOGIRI — Jumlah pemilih pemilihan umum (pemilu) di Kabupaten Wonogiri mengalami tren menurun. Berdasarkan pemutakhiran data terbaru, jumlah pemilih di Kabupaten Wonogiri berkurang sebanyak 2.344 jiwa jika dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) triwulan sebelumnya.
Hal itu terungkap dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II/2026 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri di kantor KPU setempat, Kamis (2/7/2026).
Agenda rapat pleno tersebut dihadiri jajaran pemangku kepentingan daerah, mulai dari Bawaslu Wonogiri, Kodim 0728/Wonogiri, Polres Wonogiri, Kesbangpol, Kejaksaan Negeri Wonogiri, Disdukcapil, perwakilan Lapas, hingga jajaran pimpinan partai politik di tingkat kabupaten.
Ketua KPU Wonogiri, Satya Graha, menetapkan hasil rekapitulasi data pemilih triwulan kedua tahun ini kini berada di angka 848.019 pemilih. Jumlah tersebut terdiri atas 420.887 laki-laki dan 427.132 perempuan.
Penurunan jumlah tersebut dipengaruhi tingginya jumlah pemilih yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) selama proses pembersihan data tiga bulan terakhir, April hingga Juni 2026.
“Dalam dinamika perubahan data Triwulan II ini, tercatat ada penambahan pemilih baru sebanyak 4.722 jiwa. Namun, angka pemilih yang dicoret karena TMS mencapai 7.066 jiwa, baik karena meninggal dunia, pindah domisili keluar daerah, maupun beralih status menjadi anggota TNI/Polri. Selain itu, ada perbaikan data pemilih sebanyak 4.094 jiwa,” ujar Satya dalam keterangan tertulis yang diterima Espos, Kamis.
Satya menegaskan program PDPB ini penting bagi KPU dalam melindungi sekaligus memfasilitasi hak konstitusional warga negara menjelang Pemilu 2029. Guna memastikan akurasi data, KPU turut mengintensifkan gerakan PDPB Goes to School untuk menjaring kelompok pemilih pemula di sekolah-sekolah.
Bukan hanya menyasar institusi pendidikan, validasi data juga difokuskan ke dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonogiri. KPU memastikan seluruh warga binaan yang masa tahanannya masih berjalan hingga musim pemilu mendatang tetap masuk ke dalam basis data pemilih.

Leave a Reply