Arus Balik Lebaran, Pusat Oleh-oleh Wonogiri Diserbu Pembeli

Arus Balik Lebaran, Pusat Oleh-oleh Wonogiri Diserbu Pembeli
Pengunjung membeli oleh-oleh di Toko Bu Darmo Putro dekat Pasar Wonogiri, Selasa (23/3/2026). (Daerah/Muhammad Diky Praditia)

Nusatime.com, WONOGIRI — Pusat oleh-oleh khas Wonogiri di kawasan Pasar Wonogiri dipadati pembeli seusai Lebaran 2026. Mayoritas pengunjung merupakan para perantau yang hendak kembali ke kota tempat bekerja sambil membawa buah tangan khas daerah.

Berdasarkan pantauan Espos pada Selasa (24/3/2026), pengunjung silih berganti memadati toko-toko oleh-oleh di kawasan pasar. Berbagai jajanan khas Wonogiri seperti kacang mete, ampyang, dan geti menjadi buruan utama para pembeli.

Salah satu pembeli, Rania Kusumasari, mengaku sengaja datang membeli oleh-oleh sebelum kembali ke Jakarta. Ia membeli berbagai produk seperti kacang mete, aneka keripik, hingga ampyang dengan total belanja sekitar Rp550.000.

“Besok kebetulan mau balik ke Jakarta, jadi menyempatkan beli oleh-oleh. Untuk sendiri dan teman-teman di sana,” ujarnya kepada Espos.

Hal serupa disampaikan Daniati, pemudik asal Ngadirojo. Ia mengatakan tradisi membawa oleh-oleh menjadi kebiasaan setiap kali pulang kampung sebelum kembali merantau.

Sementara itu, pemilik toko oleh-oleh Mete Bu Darmo Putro, Bu Darmo, mengatakan jumlah pembeli meningkat signifikan selama libur Lebaran dibandingkan hari biasa. “Penjualan bisa naik lebih dari 100 persen. Ini memang terjadi setiap tahun saat Lebaran,” katanya saat ditemui di tokonya.

Menurut dia, kacang mete masih menjadi produk yang paling banyak diminati pembeli. Sebagian besar pelanggan merupakan para perantau yang membeli dalam jumlah cukup banyak untuk dibawa ke kota tujuan. “Ada juga warga lokal yang beli untuk dikirim ke keluarga di perantauan,” tambahnya.

Lonjakan pembeli tersebut menunjukkan momentum arus balik Lebaran tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian pelaku usaha oleh-oleh di Wonogiri.

Leave a Reply