Nusatime.com, SOLO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo telah menyiapkan sejumlah event untuk menyemarakkan libur Lebaran 2026. Tak hanya itu, Disbudpar memastikan tidak ada kenaikan harga tiket masuk destinasi wisata yang dikelola Pemkot Solo selama libur Idulfitri.
Kepala Disbudpar Kota Solo Maretha Dinar Cahyono menjelaskan telah menyiapkan sejumlah event selama libur Lebaran, seperti Gebyar Bakdan Ing Balekambang di Taman Balekambang, Solo, pada 21-24 Maret 2026.
“Gebyar Bakdan Ing Balekambang terdapat wisata kuliner, pertunjukan seni budaya setiap hari mulai dari reog, liong barongsai, butra gredruk, Diskoplo,” kata dia kepada Espos, Kamis (12/3/2026) sore.
Kemudian ada Sendratari Ramayana di Open Stage Taman Balekambang pada 22 Maret 2026. Tidak ada kenaikan tarif tiket masuk bagi pengunjung selama Ramadan, yakni Rp5.000 per orang di Taman Balekambang serta Rp15.000 per orang untuk Sendratari Ramayana.
“Event lainnya ada Grebeg Syawal Solo Safari meliputi kirab Jaka Tingkir, arak-arakan ketupat, panggung seni budaya. Sedangkan di Balai Kota Solo ada Bakdan Neng Solo,” ujar dia.
Dia mengatakan event rutin seperti Wayang Orang Sriwedari tetap menyiapkan pertunjukan pada liburan kali ini. Pura Mangkunegaran serta Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) turut memeriahkan liburan dengan tradisi Idulfitri.
Menurut dia, Disbudpar Solo telah memberikan surat edaran kepada para pemangku kepentingan pariwisata di Kota Solo untuk memberikan tarif wajar selama masa liburan Hari Raya Idulfitri.
Selain itu, kata Maretha, Disbudpar Solo juga bersurat kepada instansi-instansi terkait agar bersiaga untuk membantu keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan di Solo.
Wisata Kuliner
Maretha menjelaskan destinasi wisata kuliner di Kota Solo bakal ramai selama libur Lebaran, seperti Pasar Gede, Satu Pak Manto, Bakso Pak Ruk, Bakso Alex, nasi liwet, dan kedai kopi di sepanjang Jl Slamet Riyadi, maupun wedangan yang menjadi ciri khas Solo yang masih menjadi favorit wisatawan.
“Untuk pengelola kampung wisata sudah mempercantik kampungnya misalnya Kampung Wisata Batik Kauman, Kampung Wisata Batik Laweyan telah memasang ornamen Ramadan. Mereka bersiap menerima pemudik maupun wisatawan,” ungkap dia.
Maretha berharap jumlah kunjungan wisata sebanyak-banyaknya di Solo selama libur Lebaran supaya para pelaku pariwisata terdampak. Namun kondisi global tidak menguntungkan pada Lebaran kali ini.
“Banyak yang main saving, belum terlalu ingin keluar banyak uang. Mungkin ada penurunan jumlah pengunjung dari tahun lalu tetapi tidak signifikan. Kalau banyak yang ke sini otomatis pariwisata banyak dinikmati, kuliner banyak yang menikmati, oleh-oleh laris semua, stakeholder pariwisata terdampak perekonomiannya,” papar dia.
Catatan Espos, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Solo mengalami peningkatan sekitar 7% selama periode libur Lebaran 2025 dibandingkan periode libur Lebaran tahun sebelumnya. Tercatat ada 333.732 wisatawan yang mengunjungi tempat-tempat wisata di Solo selama 18 hari sejak 21 Maret sampai 7 April 2025.
Jumlah kunjungan wisata pada libur Lebaran 2024 tercatat 310.000-an orang. Tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Kota Solo selama libur Lebaran adalah Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo Safari, dan Taman Balekambang.

Leave a Reply