Mahasiswi UIN Saizu Regina Megannira Nuhaeni Winner Mbak Batik Jawa Tengah 2026

Mahasiswi UIN Saizu Regina Megannira Nuhaeni Winner Mbak Batik Jawa Tengah 2026
Mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Saizu, Regina Megannira Nuhaeni, berhasil meraih gelar Winner Mbak Batik Jawa Tengah 2026. (Istimewa)

Nusatime.com, PURWOKERTO-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Regina Megannira Nuhaeni, mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah, berhasil meraih gelar Winner Mbak Batik Jawa Tengah 2026.

Penganugerahan mahkota Mbak Batik Jawa Tengah 2026 tersebut disampaikan dalam Grand Final Mas Mbak Batik Jawa Tengah 2026 yang diselenggarakan oleh Royal Luxe Pageant di TA TV Solo Solo, Minggu (19/7/2026). Regina tampil anggun dalam balutan busana batik yang dikenakan.

Mahasiswi asal Kabupaten Cilacap tersebut berhasil mengungguli para finalis dari berbagai daerah di Jawa Tengah, setelah melewati rangkaian seleksi, karantina, pembekalan, hingga malam Grand Final. Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi UIN Saizu yang terus mendorong mahasiswanya untuk berprestasi di tingkat regional maupun nasional.

Ajang Mas Mbak Batik Jawa Tengah 2026 merupakan kompetisi duta budaya yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, sekaligus menjadi representasi dalam pelestarian, promosi, dan edukasi batik sebagai warisan budaya Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

Melalui serangkaian kegiatan seleksi dan pembekalan, seluruh finalis mendapatkan materi mengenai public speaking, personal branding, advokasi budaya, kepemimpinan, serta pemahaman mendalam tentang filosofi dan nilai-nilai luhur batik.

Program ini bertujuan melahirkan generasi muda yang berbudaya, berintegritas, kreatif, serta mampu menjadi inspirasi dalam memperkenalkan batik kepada masyarakat luas. Keberhasilan Regina mendapat apresiasi dari akun resmi @masmbakbatik.jateng yang mengucapkan selamat kepada para pemenang.

“Selamat kepada Winner Mbak Batik Jawa Tengah 2026. Hari ini menjadi awal dari sebuah perjalanan baru. Gelar yang diraih bukan hanya sebuah kemenangan, tetapi juga amanah untuk menjadi representasi generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia.”

Dalam unggahan tersebut juga disampaikan harapan agar para pemenang mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin bangga mengenakan batik serta aktif melestarikan budaya Jawa Tengah.

“Semoga langkah yang akan ditempuh senantiasa membawa inspirasi, menggerakkan generasi muda untuk bangga mengenakan batik, serta terus berkontribusi dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya Jawa Tengah hingga ke tingkat yang lebih luas. Teruslah berkarya, menginspirasi, dan menjadi wajah terbaik budaya Indonesia.”

Bagi Regina, pencapaian tersebut bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab untuk ikut menjaga eksistensi batik sebagai identitas bangsa. Sebelum melaju ke grand final, Regina telah menjalani berbagai tahapan dari seleksi, karantina, pembekalan, mengikuti workshop membatik dan lainnya.

“Di balik selembar kain batik, ada cerita, filosofi, dan proses yang penuh makna. Hari ini belajar langsung melalui workshop membatik, menggoreskan canting sekaligus menambah rasa cinta pada warisan budaya Indonesia. Karena melestarikan batik dimulai dari mengenalnya,” ungkap Regina di akun resmi Instagramnya.

Ia mengaku pengalaman mengikuti workshop membatik menjadi salah satu momen paling berkesan selama mengikuti kompetisi. Melalui proses mencanting secara langsung, Regina semakin memahami bahwa batik tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang harus terus dijaga oleh generasi muda.

Sebagai Winner Mbak Batik Jawa Tengah 2026, Regina diharapkan mampu menjalankan berbagai program edukasi dan promosi budaya, sekaligus mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk lebih mencintai dan menggunakan batik dalam kehidupan sehari-hari.

Prestasi ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Saizu Purwokerto mampu berkiprah tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi duta budaya yang berperan aktif melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

Dengan raihan tersebut, Regina Megannira Nuhaeni diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, berprestasi, serta membawa nama baik UIN Saizu Purwokerto di berbagai ajang kompetisi, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional. (NA)

Leave a Reply