Nusatime.com, SRAGEN — Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sidoharjo, Sragen, bersama stakeholders menggelar bakti sosial bertajuk Sidoharjo Peduli dan layanan administrasi kependudukan kepada warga di wilayah Kecamatan Sidoharjo untuk perayaan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen.
Bakti sosial diwujudkan dalam pembagian 280 paket sembako kepada warga kurang mampu di 12 desa, Senin (25/5/2026). Camat Sidoharjo, Sragen, Dwi Cahyono, turut serta membagikan ratusan paket sembako kepada warga dari pintu ke pintu.
Dia mengatakan sumber dananya dari donasi stakeholders yang terkumpul Rp28 juta dan diwujudkan paket sembako senilai Rp100.000 per paket. Sasaran sembako, jelas dia, meliputi anak yatim/piatu, warga miskin, yang masuk dalam Desil 1-5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Per desa mendapatkan paket 23-24 paket.
Kegiatan kedua, jelas Dwi, berupa perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik dengan menyasar 493 orang dan ditargetkan ada 280 orang yang datang. Dwi menyampaikan ternyata realisasinya ada 283 orang yang datang untuk perekaman KTP elektronik.
“Sebelumnya kami menyisir warga wajib KTP. Ternyata yang belum perekaman masih banyak. Kami berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil [Disdukcapil] untuk memfasilitasi perekaman KTP elektronik,” jelas Dwi.
Kegiatan berikutnya berupa pelayanan pengadaan kartu keluarga (KK) dengan barcode. Dwi menyampaikan sebagian besar masyarakat Sidoharjo masih menggunakan dokumen KK yang bertanda tangan pejabat secara manual atau versi KK lama.
Perekaman KTP Elektronik
Dia mengatakan dengan membuka layanan KK berkode maka bisa bermanfaat bagi warga untuk mengubah KK masing-masing. Dia menargetkan bisa melayani 280 KK.
“Perekaman KTP elektronik berlangsung 11-22 Mei 2026. Khusus untuk perekaman KTP elektronik pemula atau pelajar dilaksanakan pada 14 Mei 2026. Hasil perekaman KTP elektronik dilaksanakan pada Senin pagi di Kecamatan Sidoharjo dan dilanjutkan keliling ke 12 desa,” jelas dia.
Dwi menerangkan pada peringatan HUT ke-280 Kabupaten Sragen tidak ada pesta rakyat di kecamatan-kecamatan. Atas dasar itu, Dwi berembuk dengan tokoh masyarakat dan muspika serta para kades untuk membuat kegiatan yang bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat dan biayanya murah.
“Awalnya hanya pelayanan KTP dan KK. Warga biasanya mengurus KK berkode ketika ada urusan bank, urusan kerja di luar negeri, urusan tanah, dan sebagainya, sehingga kami mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata dia.
Kemudian untuk paket sembako, Dwi menjelaskan awalnya hanya bantuan beras 5 kg kemudian direspons stakeholders hingga akhirnya bisa mewujudkan bantuan sembako sebanyak 280 paket. Dia menerangkan semua sebagai wujud kepedulian warga Sidoharjo dalam momentum HUT Sragen.

Leave a Reply