Tersetrum Saat Bersihkan Atap Toko, Warga Tangen Sragen Selamat

Tersetrum Saat Bersihkan Atap Toko, Warga Tangen Sragen Selamat
Tim gabungan Damkar dan BPBD Sragen mengevakuasi korban tersetrum di atap bangunan sebuah toko di timur Pasar Bunder Sragen, Minggu (29/3/2026)

Nusatime.com, SRAGEN — Seorang warga Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Sragen, tersetrum saat membersihkan atap bangunan di timur Pasar Bunder Sragen, Minggu (29/3/2026).

Korban diketahui bernama Sukadi, 39, warga Dukuh Sigit Keyongan, Desa Sigit, Tangen. Ia beruntung selamat dari maut meski sempat mengalami sengatan listrik tegangan tinggi dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Korban dievakuasi menggunakan ambulans PSC 119 Sukowati Sragen menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Sarila Husada Sragen. Proses penanganan melibatkan PSC 119 Sukowati, Tim Damkar Satpol PP Sragen, BPBD Sragen, PLN Sragen, kepolisian, relawan Pramuli, serta warga setempat.

Kronologi Kejadian

Ketua PSC 119 Sukowati Sragen, Udayanti Proborini, melalui Sekretaris PSC 119 Sukowati, Nengah Adnyana Oka Manuaba, mengungkapkan peristiwa terjadi sekitar pukul 09.40 WIB.

Ia menyebut korban mengalami lemas setelah tersetrum listrik tegangan tinggi saat berada di atas atap bangunan.

“Awalnya kami menerima informasi tentang adanya orang tersetrum di Kampung Kebon Asri, Kelurahan Sragen Tengah, Sragen. Kami langsung berkoordinasi dengan PLN untuk memadamkan aliran listrik. Korban dievakuasi dari atap bangunan toko oleh Tim Damkar dan BPBD Sragen. Sesampainya di bawah, korban langsung dilarikan ke RSU Sarila Husada,” ujarnya.

Saksi mata, Yadi, 56, warga Widoro, Sragen Wetan, mengatakan korban saat itu tengah membersihkan daun kering di atap toko.

Yadi melihat korban tiba-tiba berdiri kaku setelah tangannya menyentuh kabel jaringan listrik tegangan tinggi. Beruntung, korban segera terlepas dari kabel sehingga dapat diselamatkan.

Komandan Regu II Damkar Satpol PP Sragen, Budi Hartono, mengatakan korban berhasil diselamatkan meski dalam kondisi syok.

Ia juga menyoroti kondisi atap bangunan yang berbahan seng sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati karena berisiko ambles.

“Saat proses evakuasi kami bekerjasama dengan PLN untuk pemadaman listrik. Tadi korban tersetrum saat bersih-bersih daun kering di atap toko,” kata dia.

Leave a Reply