Nusatime.com, SRAGEN — Sebanyak 759 keluarga miskin (gakin) di Kecamatan Gemolong, Sragen, belum masuk dalam peringkatan desil pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN.
Atas dasar itu, sebanyak 140 orang disisir dan menjadi sasaran dalam bakti sosial (baksos) yang digelar Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Gemolong bersama BUMD dan rumah sakit (RS) di Kecamatan Gemolong, Sragen.
Baksos tersebut juga dimeriahkan dengan kegiatan donor darah dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen. Baksos dilaksanakan dengan mengambil momentum Hari Koperasi ke-79 dengan tema Koperasi Kuat, Ekonomi Berdaulat: Menuju Transformasi Koperasi Modern dan Berkelanjutan.
Rangkaian baksos diinisiasi 18 koperasi yang tergabung dalam Dekopinda Bersama sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) di wilayah Gemolong, seperti Bank Jateng, Bank Djoko Tingkir, BPR BKK Karangmalang, dan Bank Syariah Sukowati Sragen, serta dukungan dari sejumlah RS, yaitu RSI Yakssi, RS Assalam, dan RSU PKU Muhamadiyah Sragen.
RSUD dr Soeratno Gemolong ikut berpartisipasi lewat koperasi karyawannya. Baksos dipusatkan di Kantor Kecamatan Gemolong, Sragen, dan sudah berlangsung pada Rabu (15/7/2026).
Ketua Panitia Baksos, Agus Sufyanto, kepada Espos, Jumat (17/7/2026), mengungkapkan sasaran baksos merupakan keluarga miskin yang belum masuk dalam pemeringkatan desil pada DTSEN. Dia menyampaikan sasarannya sebanyak 140 keluarga dari 759 keluarga yang belum masuk DTSEN.
Dia menerangkan semua masyarakat masuk dalam Desil 1-10. Warga miskin, jelas dia, masuk dalam Desil 1-4 dan menjadi prioritas bansos dari pemerintah. Sedangkan masyarakat yang masuk desil 5-10, jelas dia, merupakan keluarga mampu. “Nah, yang 759 keluarga itu merupakan keluarga miskin yang belum masuk ke desil 1-4,” jelas dia.
Paket Sembako
Agus menerangkan penyaluran baksos diberikan ke desa-desa dengan tingkat kemiskinan tinggi terutama yang belum terkaver DTSEN. Dia mengatakan baksos berupa paket sembako masing-masing senilai Rp100.000 yang didistribusikan langsung kepada 140 keluarga kurang mampu di wilayah Kecamatan Gemolong.
Dia melanjutkan selain baksos juga ada aksi kemanusiaan donor darah bersama PMI Sragen dengan animo peserta donor cukup tinggi. Agus yang juga Ketua PMI Kecamatan Gemolong menyampaikan semula ada 104 pendaftar donor darah tetapi setelah diskrining hanya bisa lolos 94 orang.
Puluhan peserta donor darah terdiri atas 66 orang laki-laki dan 28 perempuan. Dia menyatakan jumlah peserta 94 orang tersebut sudah jauh melampaui target yang ditetapkan hanya 60 kantong darah.
Camat Gemolong, Nugroho Dwi Wibowo, mengapresiasi seluruh elemen yang terlibat dalam baksos tersebut. Dia menyampaikan koperasi hadir sebagai pilar ekonomi rakyat yang tidak sekadar mengejar profit tetapi memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Sinergi koperasi dengan BUMD dan RS, jelas dia, membuktikan gotong-royong masih berdampak kongkret bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketua Dekopinda Sragen, Mido Suwanto, memberi motivasi kepada pengurus koperasi untuk mengembangkan koperasi di Gemolong.
Dia berharap momentum Hari Koperasi 2026 menjadi titik balik koperasi untuk lebih profesional, adaptif, dan konsisten dalam menerapkan nilai mulia koperasi. Dia berpendapat aksi social Dekopinda Gemolong menjadi wujud jati diri koperasi yang sebenarnya, yaitu berasal kekeluargaan dan gotong-royong.
“Kami berharap kepedulian sosial terus dijaga. Koperasi-koperasi di Gemolong terus tumbuh sehat agar mampu menyokong perekonomian daerah supaya lebih kuat,” ujar dia.

Leave a Reply