Nusatime.com, KARANGANYAR — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Karanganyar Pusat Madiun mengganti kegiatan pendadaran calon warga tahun 2026 dengan aksi bakti sosial (baksos) yang digelar serentak di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 800 calon warga baru bersama ribuan anggota senior yang tersebar di 17 ranting kecamatan. Selain sebagai bagian dari proses pembinaan calon warga, kegiatan itu juga menjadi upaya organisasi memperkuat kepedulian sosial dan menjaga kondusivitas wilayah.
Ketua PSHT Cabang Karanganyar Pusat Madiun, Sutarmo, mengatakan keputusan mengalihkan agenda pendadaran menjadi bakti sosial bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab sosial, kepedulian lingkungan, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Tahun ini PSHT Karanganyar memilih menghadirkan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat melalui kerja bakti membersihkan fasilitas umum, penghijauan lingkungan, serta penataan padepokan organisasi,” katanya.
Menurut dia, menjadi warga PSHT tidak hanya diukur dari kemampuan fisik maupun penguasaan teknik pencak silat, tetapi juga dari sikap dan kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, calon warga diharapkan memahami bahwa menjadi bagian dari PSHT berarti memiliki kepedulian terhadap masyarakat serta lingkungan tempat mereka hidup.
“Hari ini bakti sosial dilaksanakan secara serentak di seluruh ranting dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah,” ujarnya.
Kegiatan bakti sosial menyasar berbagai fasilitas umum, mulai dari masjid, pasar tradisional, lapangan olahraga, jalan lingkungan, area pemakaman umum, hingga ruang publik yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Selain kerja bakti, peserta juga melakukan penanaman bibit pohon di sejumlah titik sebagai bagian dari upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Karanganyar.
Tanamkan Nilai Memayu Hayuning Bawana
Wakil Ketua PSHT Cabang Karanganyar Pusat Madiun Bidang Keorganisasian, Suwarso, mengatakan keterlibatan ratusan calon warga dan ribuan anggota senior merupakan implementasi langsung nilai-nilai luhur organisasi.
Menurut dia, ajaran Memayu Hayuning Bawana tidak cukup dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami serentak bergerak membersihkan fasilitas publik, membantu lingkungan sekitar, sekaligus menanam pohon untuk masa depan Karanganyar. Kami ingin nilai Memayu Hayuning Bawana benar-benar dirasakan dan dipraktikkan oleh calon warga melalui kerja nyata di lapangan,” kata Suwarso.
Ia menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi calon warga baru, mulai dari gotong royong, disiplin, tanggung jawab sosial, hingga sikap rendah hati.
“Menjadi warga PSHT bukan hanya tentang kemampuan bela diri. Seorang warga PSHT harus mampu menjadi pelayan masyarakat, menjaga persaudaraan, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan harmonis,” ujarnya.
Selain menyasar fasilitas umum dan penghijauan, kegiatan juga difokuskan pada revitalisasi padepokan di masing-masing ranting melalui pembersihan lingkungan, penataan sarana latihan, serta perawatan fasilitas pembinaan anggota.
Untuk menjamin kelancaran kegiatan, panitia telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Melalui kegiatan bakti sosial serentak di 17 kecamatan tersebut, PSHT Karanganyar berharap dapat terus membangun sinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan, kelestarian alam, keamanan wilayah, serta memperkuat budaya gotong royong.

Leave a Reply