2 Atlet Wushu Asal Salatiga Raih Medali di Asian Games 2026, Ini Profilnya

2 Atlet Wushu Asal Salatiga Raih Medali di Asian Games 2026, Ini Profilnya
Sosok dua atlet wushu asal Salatiga yang berhasil meraih medali perunggu di ajang Asian Games 2026. (Dok. KONI Jawa Tengah)

Nusatime.com, SALATIGA — Dua atlet wushu asal Salatiga, Bintang Reindra Nada Guitara dan Thania Kusumaningtyas, menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia pada Asian Games 2026 di Jepang. Keduanya turun di nomor sanda kelas 60 kilogram, masing-masing di kategori putra dan putri.

Para atlet wushu Jawa Tengah (Jateng) tersebut telah kembali ke Tanah Air setelah mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kedatangan mereka disambut jajaran KONI Jateng dan keluarga setelah menyelesaikan perjuangan di ajang multievent tingkat Asia tersebut.

Penyambutan tiga atlet wushu Jateng itu ditandai dengan pengalungan bunga oleh Pengurus Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Cabang Bela Diri KONI Jateng, David Hasian B. Sinaga. Ia mewakili Ketua Umum KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko.

Selain Bintang dan Thania, atlet wushu Jateng lainnya, Tharisa Dea Florentina asal Kabupaten Semarang, juga tampil di Asian Games 2026. Namun, Tharisa mengalami cedera saat berlaga di perempat final nomor sanda sehingga belum berhasil melangkah ke babak berikutnya.

Bintang Reindra Nada Guitara mengaku kalah pengalaman dari atlet negara lain yang meraih medali emas. Meski telah menjalani latihan keras untuk mendapatkan hasil maksimal, ia belum berhasil melangkah ke babak final.

“Perhatian dari KONI Jateng dan Salatiga membuat saya semakin giat serta fokus berlatih. Secara teknik kemampuan kita seimbang, kita hanya perlu memperbanyak jam terbang internasional,” ucap Bintang dalam pernyataan tertulis yang diterima Espos, Senin (28/9/2026).

Sementara itu, Thania Kusumaningtyas mengaku bersyukur dapat menyumbangkan medali saat dipercaya tampil untuk pertama kalinya di Asian Games. Medali perunggu tersebut menjadi hasil dari upayanya memberikan penampilan terbaik pada debutnya di multievent internasional tersebut.

“Pada penampilan pertama di Asian Games, saya berusaha maksimal mempersembahkan yang terbaik. Hasilnya bisa meraih perunggu, ini tetap disyukuri,” ungkap Thania.

Ketua Harian Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jateng sekaligus Kabid Binpres PB WI, Sudarsono, mengapresiasi pencapaian para atlet tersebut. Dari total lima medali perunggu yang diraih tim wushu Indonesia di Asian Games 2026, dua di antaranya disumbangkan atlet asal Jawa Tengah.

Sudarsono mengatakan pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi pembinaan atlet wushu Jateng. Hasil di Asian Games 2026 diharapkan menjadi fondasi untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Hingga 27 September 2026, Jateng mengirimkan 41 atlet yang tersebar di 15 cabang olahraga pada Asian Games 2026. Kontingen Jateng telah menyumbangkan satu medali emas dari bulu tangkis beregu putra, satu medali perak dari menembak beregu putra, serta dua medali perunggu dari wushu nomor sanda putra dan putri kelas 60 kilogram.

Leave a Reply