Ratusan Keluarga Serbu Rutan Salatiga Saat Lebaran, Tangis Rindu Ketemu Keluarga

Ratusan Keluarga Serbu Rutan Salatiga Saat Lebaran, Tangis Rindu Ketemu Keluarga
ESPOS.ID - Keluarga warga binaan saat membesuk keluarganya yang sedang menjalani hukuman di Rutan Salatiga, Senin (23/3/1026). (Istimewa)

Nusatime.com, SALATIGA — Suasana haru menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga saat layanan besukan tatap muka Hari Raya Idulfitri dibuka pada Minggu-Senin (22–23/3/2026). Ratusan keluarga dari berbagai daerah berbondong-bondong datang demi melepas rindu dengan kerabat yang tengah menjalani masa pembinaan.

Sejak pagi hari, antrean pembesuk sudah memadati area rutan. Momen yang ditunggu-tunggu itu langsung berubah menjadi lautan emosi saat warga binaan dan keluarga akhirnya dipertemukan. Pelukan erat hingga tangis bahagia tak terbendung mewarnai ruang besuk.

Pelayanan besukan dibagi dalam dua sesi, yakni pukul 08.30–11.30 WIB dan 13.00–14.00 WIB. Setiap warga binaan mendapat waktu kunjungan selama 45 menit, dengan maksimal lima orang pembesuk dewasa dalam satu pertemuan.

Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, mengatakan layanan ini merupakan bentuk komitmen menghadirkan sisi kemanusiaan di balik jeruji, terutama pada momen Lebaran.

“Kami ingin warga binaan tetap bisa merasakan hangatnya kebersamaan dengan keluarga di hari yang penuh makna ini. Walau dalam keterbatasan, nuansa Lebaran harus tetap hadir,” ujarnya, Senin (23/3/2026). 

Menurut Anton, tingginya antusiasme masyarakat sudah diprediksi sebelumnya. Karena itu, pihak rutan telah menyiapkan pengaturan kunjungan agar tetap tertib dan nyaman.

Petugas pun memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Dengan pengaturan yang rapi, momen singkat 45 menit itu menjadi sangat berarti—cukup untuk mengobati rindu yang telah lama terpendam.

Leave a Reply