Nusatime.com, SOLO — Industri sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh pesat dalam satu tahun terakhir atau tahun pertama pemerintahan Gubernur-Wakil Gubernur Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Jawa Tengah.
Pertumbuhan itu berkontribusi pada perubahan komposisi struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pertumbuhan ekonomi lapangan usaha di Jawa Tengah pada 2024-2025. Peningkatan pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi yang paling tinggi mencapai 0,18% dari 3,56 pada 2024 menjadi 3,74 pada 2025.
Sedangkan tiga sektor tertinggi pada 2025 adalah industri pengolahan 33,38; perdagangan dan jasa 13,49; serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan 13,07.
Hal itu mengemuka dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Outlook 1 Tahun Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah dengan tema Impact of Collaborative Governance di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (3/3/3036) sore.
Hadir sebagai narasumber Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Jawa Tengah Zulkifli Gayo, Ketua Tim Ekonomi dan Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Didik Nursetyohadi, dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerjasama Internasionalisasi, dan Informasi UNS Irwan Trinugroho.
FGD Outlook 1 Tahun Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah tersebut diikuti mahasiswa dan dosen UNS. Acara itu berlangsung sejak siang hari sampai sore hari.
Di tengah peningkatan tersebut, Zulkifli menjelaskan ada sektor industri yang mengalami degradasi pada satu tahun terakhir di Jateng, misalnya UMKM kalah dalam persaingan dengan ekonomi kreatif atau ekonomi baru.
Kerja Sama dalam Pembangunan
“Kami memang terdegradasi beberapa di sektor ekonomi. Itu terjadi bukan hanya di Jawa Tengah, di seluruhnya. Kecuali Jawa Barat yang cukup bertahan karena ekonomi kreatifnya cukup bertumbuh ya,” ujar dia.
Dia menjelaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan dalam menjalankan program pembangunan mulai dari kerja sama dengan perguruan tinggi, pemda lain, kementerian/lembaga, sister province, hingga pemerintah sejumlah negara.
Sementara itu, Didik mengatakan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah di atas nasional pada 2025 yakni 5,37% untuk Jateng dan 5,11% secara nasional. Irwan mengatakan transformasi pendidikan tinggi mendorong program kampus berdampak dengan menekankan riset, hilirisasi inovasi, pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan daerah, dan kolaborasi pemerintah dengan kampus serta industri dengan model triple helix sampai pentahelix.
Menurut dia, analisis kinerja Pemprov Jateng dalam skema kampus berdampak UNS memiliki kekuatan akses pada SDM akademik yang berkualitas, dukungan regulasi kolaboratif, dan potensi integrasi riset dalam kebijakan publik.
Tantangannya yakni banyak MoU dan perjanjian kerja sama belum berorientasi pada outcome, kurangnya sistem monev (monitoring dan evaluasi) berbasis impact measurement, dan minimnya skema pendanaan kegiatan.
Leave a Reply