Anak-anak dan Remaja Kedapatan Merokok, Ngevape di Kompleks Pemda Sragen

Anak-anak dan Remaja Kedapatan Merokok, Ngevape di Kompleks Pemda Sragen
Ilustrasi dilarang merokok. (freepik)

Nusatime.com, SRAGEN — Kompleks Kantor Terpadu Pemerintah Daerah (Pemda) Sragen menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi warga untuk berolahraga pada sore hari. Namun, di tengah aktivitas warga yang berlari dan berjalan-jalan, Satpol PP Sragen menemukan anak-anak dan remaja yang merokok serta mengisap vape di kawasan tersebut.

Ada dua remaja yang kedapatan merokok dan tiga anak-anak yang mengisap vape. Mereka ditemukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen saat melakukan pemantauan di Kompleks Pemda Sragen.

Dari tangan dua remaja tersebut, petugas mengamankan empat batang rokok. Sementara dari tiga anak-anak, petugas menemukan botol cairan untuk pengisi vape dan minuman bersoda.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas turut mengingatkan dua remaja tersebut bahwa merokok bukan perilaku yang baik bagi anak-anak. Kepala Satpol PP Sragen Catur Sarjanto kemudian menemui anak-anak tersebut untuk memberikan pembinaan.

Catur mengatakan pihaknya khawatir anak-anak tersebut kurang mendapatkan perhatian dari keluarga sehingga melakukan aktivitas tersebut tanpa pengawasan. Bahkan, menurut dia, ada anak yang menunjukkan tanda-tanda seperti ketagihan.

Setelah mendapat pembinaan, anak-anak dan remaja tersebut dilepaskan dan dikembalikan ke lingkungan masing-masing.

“Jadi kepada warga masyarakat, bapak-bapak, ibu-ibu yang berkunjung di kompleks Pemda Terpadu, ini kami imbau untuk bisa menjaga ketertiban. Terutama anak-anak tidak boleh melakukan hal-hal yang negatif. Tadi petugas kami menemukan ada anak-anak yang merokok, kemudian ada yang bawa vape. Nah ini kita tidak diperbolehkan,” imbau Catur saat ditemui wartawan, Selasa (22/9/2026) sore.

Satpol PP Sragen Perketat Patroli

Catur meminta seluruh pengunjung Kompleks Pemda Sragen saling mengingatkan apabila menemukan aktivitas negatif yang dilakukan pengunjung lain, terutama anak-anak. Menurut dia, kepedulian tersebut penting demi kebaikan bersama dan masa depan anak-anak.

Catur menerangkan, berdasarkan informasi yang diterima petugas, anak-anak yang membawa vape tersebut sudah tidak memiliki orang tua. Sementara itu, paman mereka, menurut Catur, juga mengalami gangguan sehingga pengawasan dari keluarga tidak berjalan optimal.

“Kami mohon kepada lingkungan ya, lingkungan dari RT setempat, warga setempat, mungkin bisa memberikan pembinaan, pengawasan, dan perlindungan kepada anak-anak di lingkungan masing-masing untuk kebaikan masa depan anak-anak tersebut. Itu anak kita juga, karena bapak ibunya udah enggak ada,” kata dia.

Temuan tersebut membuat Satpol PP Sragen berencana meningkatkan pengawasan di Kompleks Kantor Terpadu Pemda Sragen. Patroli akan dilakukan secara lebih intensif dan masif untuk menjaga ketertiban di kawasan yang juga menjadi ruang aktivitas warga.

“Terima kasih kepada wartawan yang melaporkan atas adanya kejadian ini, menjadi semacam cambuk bagi kami untuk lebih intensif lagi. Ini kepedulian kita bersama,” ujar Catur.

Leave a Reply