Nusatime.com, SOLO — Wali Kota Solo, Respati Ardi, bertemu dengan Ibunda Guru Indonesia, Titiek Soeharto, dalam peresmian Patung Soeharto di Mako Brigif 6/TSB/2 Kostrad, Sukoharjo, Minggu (1/3/2026) sore.
Dalam pertemuan ini, Respati memaparkan strategi pendidikan Kota Solo yang berfokus pada penguatan Sekolah Unggulan berbasis kompetensi guru dan pelajar. Program pendidikan ini juga diarahkan untuk membuka peluang beasiswa bagi murid ke sekolah unggulan hingga keluar negeri.
Respati menjelaskan salah satu fokus yang ditujukan adalah akses menuju program beasiswa ASEAN di Singapura yang dikenal memiliki kualitas pendidikan dengan pembiayaan penuh.
“Yang kami usulkan untuk sekolah program khusus kebangsaan ini ada di SMP 24 dan SMP 25 yang ada di Kota Barat. Kedua SMP ini cukup strategis di tengah kota dan menjadi rujukan murid-murid yang sudah saya cek tidak hanya warga Solo, bahkan menjadi tujuan sekolah warga Soloraya,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima Espos, Senin (2/3/2026).
“Harapannya ini nanti bisa memfasilitasi warga Solo dan Soloraya yang memiliki prestasi unggulan. Nanti program khusus ini bertujuan untuk beasiswa masuk ke Sekolah Garuda dan masuk ke sekolah-sekolah unggulan yang ada di Indonesia maupun luar negeri,” lanjut dia.
Respati mengaku senang gagasan tersebut mendapatkan tanggapan yang baik dari Ibunda Guru Indonesia. Ia akan melakukan koordinasi secara intensif dengan melibatkan PGRI dan Dinas Pendidikan Solo.
“Beliau [Titiek Soeharto] menyampaikan setuju dengan hal tersebut dan ingin membahas lebih lanjut di forum yang lebih baik. Kami akan segera berkomunikasi intens melalui Dinas Pendidikan dan PGRI serta Bu Titiek,” jelasnya.
Penemuan Hak Tenaga Pendidik
Selain itu, Respati menjelaskan Pemkot Solo terus menjaga kesejahteraan guru dengan baik. Ia memastikan pemenuhan hak-hak tenaga pendidik tidak berkurang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Solo, Dwi Ariyatno, menjelaskan Program Sekolah Unggulan ini rencananya direalisasikan Juni 2026 atau masuk pada tahun ajaran baru. Beberapa persiapan juga sudah dilakukan termasuk menyiapkan regulasi, menyeleksi guru hingga merehabilitasi gedung sekolah.
“Pak Wali ingin mencari anak-anak potensial dengan kecerdasan yang harapannya nanti akan diberikan untuk disekolahkan program khusus. Karena di dalam program khusus nanti akan disiapkan metode-metode yang paling tepat untuk mengasah potensi mereka. Jadi memang basisnya potensi anak,” katanya.
Dwi menjelaskan proses penerimaan murid pada program ini akan fokus pada potensi dan prestasi yang dimiliki anak. Selama tiga tahun menempuh pendidikan, nantinya mereka mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas serta didukung sarana-prasarana yang memadai.
“Targetnya adalah mempunyai daya saing di tingkat internasional. Kalau tadi levelnya adalah ASEAN Scholarship jadi ditingkat global atau internasional, bersaing di Scholarship ASEAN. Diprioritaskan kemarin Pak Wali menyampaikan adalah kelompok menengah ke bawah. Karena memang mereka itu harusnya mempunyai hak sama karena memiliki potensi khusus itu bisa mendapatkan kesempatan untuk diasah metode yang khusus sehingga potensi mereka bisa berdaya saing,” ujar dia.
Leave a Reply