Nusatime.com, SEMARANG — Lebih dari satu juta buku internasional dan lokal akan membanjiri Kota Semarang dalam gelaran Big Bad Wolf (BBW) Books yang berlangsung pada 9–19 Juli 2026 di The Suri Ballroom, Queen City Mall Semarang. Bazar buku terbesar di dunia itu kembali hadir di Ibu Kota Jawa Tengah untuk ketiga kalinya.
Public Relations Big Bad Wolf Books Indonesia, Andri Suharyono, mengatakan penyelenggaraan bazar bertepatan dengan masa libur sekolah agar masyarakat, khususnya keluarga dan anak-anak, memiliki alternatif destinasi edukatif sekaligus meningkatkan minat baca.
“Tahun ini kami membawa lebih dari satu juta buku dari berbagai genre, baik buku internasional maupun buku terbitan Indonesia,” ujar Andri kepada Espos, Senin (29/6/2026).
Menurut Andri, sekitar 70 hingga 80 persen koleksi yang dihadirkan merupakan buku berbahasa Inggris. Big Bad Wolf Books ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh buku-buku internasional dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
“Kami memahami buku-buku internasional atau berbahasa Inggris umumnya dijual dengan harga yang cukup mahal. BBW Books hadir untuk memberikan akses buku-buku internasional berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau bagi masyarakat,” katanya.
Meski didominasi buku internasional, bazar tersebut juga menggandeng sekitar 40 penerbit Indonesia. Kehadiran penerbit lokal diharapkan dapat memperkaya pilihan bacaan bagi para pengunjung.
Andri menjelaskan buku anak menjadi kategori yang paling banyak tersedia sekaligus paling diminati pengunjung. Selain itu, buku fiksi juga diperkirakan kembali menjadi salah satu genre favorit masyarakat selama penyelenggaraan bazar.
Ia mengatakan target utama penyelenggaraan bukan semata-mata mengejar nilai penjualan, melainkan memperluas jumlah masyarakat yang gemar membaca dan mengenal Big Bad Wolf Books.
“Target kami bukan mengejar rupiah, melainkan menghadirkan pengunjung baru. Dalam sehari kami menargetkan sekitar 7.000 pengunjung pada hari kerja dan sekitar 10.000 pengunjung saat akhir pekan,” ujarnya.
Sementara itu, Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengatakan penyelenggaraan BBW Semarang 2026 menjadi bagian dari peringatan satu dekade Big Bad Wolf Books di Indonesia sekaligus wujud komitmen memperkuat budaya literasi di Tanah Air.
Menurut Marthius, sejak berdiri di Malaysia pada 2009, Big Bad Wolf Books telah berkembang ke lebih dari 50 kota di 17 negara, di antaranya Indonesia, Singapura, Thailand, Filipina, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, Uni Emirat Arab, Pakistan, Sri Lanka, Kamboja, Myanmar, Tanzania, Kenya, Mesir, dan Arab Saudi.
Sepanjang 2026, Big Bad Wolf Books dijadwalkan menggelar tur literasi di 14 kota di Indonesia sebagai bagian dari kampanye global “Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu” untuk memperluas akses masyarakat terhadap buku berkualitas.
“Sepuluh tahun bukan sekadar perjalanan bagi Big Bad Wolf Books, melainkan komitmen untuk terus mendekatkan buku kepada masyarakat. Kami berharap kehadiran di Semarang dapat menjadi bagian dari persiapan kembali ke sekolah sekaligus menginspirasi lebih banyak keluarga untuk menumbuhkan budaya membaca,” kata Marthius.

Leave a Reply