Nusatime.com, MAGETAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memetakan seluruh wilayah di Kabupaten Magetan berpotensi mengalami angin kencang saat musim hujan mendatang. Sedangkan, tiga Kecamatan rawan bencana banjir pada musim hujan dan empat kecamatan lainnya rawan tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, menyampaikan wilayah Kecamatan Kartoharjo, Karangrejo, dan Barat, bakal menjadi titik fokus utama pemantauan dampak cuaca ekstrem berupa bencana banjir.
Ia menjelaskan, hasil pemantauan BMKG memprediksi awal musim hujan berlangsung secara bertahap mulai akhir Oktober 2026 dan mengalami puncak musim penghujan diprediksi terjadi pada Februari 2027 mendatang.
“Wilayah rawan banjir berada di Kecamatan Kartoharjo, Karangrejo, dan Barat. Ketiganya merupakan kawasan dataran rendah dan berada di sekitar aliran sungai,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, ancaman bencana hidrometeorologi perlu diwaspadai selama masa transisi dari musim kemarau menuju musim penghujan. Hujan lebat berdurasi singkat yang kerap disertai petir dan angin kencang berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Selain banjir, Eka juga mengungkapkan bahwa ada empat kecamatan yang terletak di lereng Gunung Lawu rawan tanah longsor yakni meliputi Kecamatan Plaosan, Poncol, Panekan, dan Sidorejo yang berada di kawasan lereng Gunung Lawu. Di sisi lain, ancaman angin kencang berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Magetan.
“Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana [Pusdalops-PB] dan Tim Reaksi Cepat [TRC] siaga 24 jam. Penguatan kapasitas Desa Tangguh Bencana [Destana] juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana,” jelasnya.
Untuk menunjang upaya mitigasi bencana tersebut, Kalaksa BPBD Magetan itu juga menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah mengalokasikan anggaran penanganan infrastruktur dan kebencanaan senilai Rp3,8 miliar.
Eka mengimbau masyarakat rutin membersihkan saluran air dari sampah dan memangkas dahan pohon yang rapuh. Selain itu, warga di kawasan lereng gunung juga diminta segera melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi hujan lebat berdurasi panjang atau muncul rekahan tanah.
“Kami harap masyarakat juga memantau informasi cuaca resmi dan melaporkan potensi kedaruratan melalui Call Center BPBD Magetan guna penanganan terpadu,” kata dia.

Leave a Reply