Diiringi Lambaian Tangan Keluarga, 530 Calon Haji Dilepas dari Balai Kota Solo

Diiringi Lambaian Tangan Keluarga, 530 Calon Haji Dilepas dari Balai Kota Solo
Keluarga calon haji mengantar sanak saudaranya saat pemberangkatan dari Balai Kota Solo, Jumat (8/5/2026). (Daerah/Wahyu Prakoso)

Nusatime.com, SOLO – Sebanyak 530 calon haji asal Kota Solo dilepas untuk berangkat ke Tanah Suci dari Pendapa Balai Kota Solo, Jumat (8/5/2026). Keberangkatan mereka diiringi lambaian tangan keluarga dan kerabat.

Keberangkatan jemaah calon haji itu dilepas oleh Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. Mereka menggunakan bus dari Balai Kota Solo. Di antara ratusan calon haji itu, Kasmi, 88, menjadi calhaj paling senior.

Anak Kasmi, ​Joko Wiyono, menjelaskan ibunya daftar ibadah haji sejak 2013 lalu. Ibunya sudah melakukan persiapan dengan menjaga kesehatan sebelum berangkat ibadah haji. Kasmi sempat mendapat panggilan untuk ibadah haji pada 2023-2025.

Namun, karena saat itu aturan tidak memperbolehkan adanya pendamping, keluarga memutuskan membatalkan keberangkatan Kasmi demi keamanannya. Kasmi bersama Joko dan istri Joko baru bisa menjalankan ibadah haji pada 2026.

Plt Kepala Kementerian Haji Solo Saiful Anwar menjelaskan total jemaah calon haji yang berangkat 530 orang. Warga lanjut usia mencapai 40% dari total jemaah calon haji yang berangkat tahun ini. Menurut dia, ada 12 orang calon haji yang menggunakan kursi roda. Para calon haji sudah mengikuti manasik.

“Alhamdulillah untuk jemaah calon haji Surakarta ini yang tetap berangkat sehat semuanya. Untuk kesehatan alhamdulillah mereka sudah dicek kesehatan sejak di awal bulan kemarin dan dinyatakan berhak berangkat ke Tanah Suci,” kata dia kepada wartawan.

Dia mengimbau jemaah calon haji untuk menjaga kesehatan di Tanah Suci khususnya menghindari kegiatan nonibadah seperti city tour. Mereka bisa melakukan kegiatan nonibadah setelah rangkaian ibadah haji selesai.

Sebelumnya, Kemenhaj menegaskan larangan pelaksanaan ziarah atau city tour bagi jemaah calon haji Indonesia sebelum fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai dilaksanakan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan jemaah agar tetap sehat dan siap menghadapi fase inti ibadah haji.

Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan Armuzna merupakan inti pelaksanaan ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik prima, stamina yang terjaga, serta kesiapan mental dan spiritual jemaah.

“Larangan ini bukan untuk membatasi aktivitas jemaah, tetapi sebagai langkah perlindungan agar jemaah tidak kelelahan dan tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi fase Armuzna. Pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, sehat, dan khusyuk,” ujar Ichsan Marsha melalui laman resmi Kemenhaj.

Dia menjelaskan Kemenhaj meminta seluruh jemaah maupun pembimbing ibadah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk tidak mengagendakan, memfasilitasi, maupun menyelenggarakan kegiatan ziarah atau city tour ke luar Kota Madinah dan Makkah sebelum seluruh rangkaian ibadah Armuzna selesai dilaksanakan.

Kemenhaj juga meminta pembimbing KBIHU memfokuskan pembinaan jemaah pada penguatan kesiapan fisik, mental, spiritual, serta pemahaman manasik menjelang wukuf dan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Selain itu, seluruh pergerakan jemaah haji wajib dilaporkan dan dikoordinasikan dengan petugas resmi, baik PPIH Kloter, bidang perlindungan jemaah, maupun sektor terkait guna menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah.

Hingga Rabu, 6 Mei 2026, operasional penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar dan terkendali. Sebanyak 267 kloter dengan 103.690 jemaah dan 1.064 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Tanah Suci.

Sementara itu, 258 kloter dengan 100.125 calon haji telah tiba di Madinah dan 109 kloter dengan 42.340 calon haji telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.

Leave a Reply