Nusatime.com, SOLO — Stadion Manahan memanas saat Persis Solo menjamu Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Super League 2025-2026, Sabtu (9/5/2026). Laga ini menjadi panggung adu fisik yang sengit, terlihat saat Roman Paparyha harus jatuh bangun melewati adangan ketat Dimas Wicaksono Putra Rahman. Meskipun kedua tim tampil agresif sejak menit awal, disiplinnya barisan pertahanan membuat skor kacamata 0-0 bertahan hingga akhir laga.
Laskar Sambernyawa sebenarnya memiliki beberapa peluang emas untuk memecah kebuntuan di depan gawang lawan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat Bruno Gomes De Oliveira harus menunjukkan ekspresi frustrasi usai gagal menyarangkan bola. Tekanan tinggi yang diberikan tim tamu memaksa para pemain depan Persis Solo bekerja ekstra keras untuk mencari celah di lini belakang Bajul Ijo.
Ketegangan di lapangan hijau semakin terasa saat benturan antar pemain tak terhindarkan, termasuk momen jatuhnya Roman Paparyha akibat pelanggaran keras. Upaya Dimitri Lima Souza yang mencoba menembus barikade Gustavo Fernandes pun selalu menemui jalan buntu. Pertandingan ini membuktikan bahwa solidnya pertahanan menjadi kunci bagi Persebaya untuk mencuri satu poin berharga dari markas lawan.
Raut kekecewaan tak mampu disembunyikan para penggawa tuan rumah saat peluit panjang dibunyikan, terutama Dimitri Lima yang tampak menutup wajahnya di tengah lapangan. Hasil imbang 0-0 ini menjadi kerugian bagi Persis Solo yang gagal memaksimalkan status sebagai tuan rumah. Meski tanpa selebrasi gol, setiap jepretan kamera berhasil menangkap emosi dan perjuangan keras yang tersaji sepanjang 90 menit.

Leave a Reply