Harga Tomat di Magetan Anjlok Tiap Agustus, Petani Cuma Dapat Rp1.500/Kg

Harga Tomat di Magetan Anjlok Tiap Agustus, Petani Cuma Dapat Rp1.500/Kg
Salah satu lapak pedagang sayur-sayuran di Pasar Sayur Magetan, Selasa (18/8/2026). (Espos.id/Imam Mustajab)

Nusatime.com, MAGETAN — Momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati tiap 17 Agustus rupanya memiliki kisah tersendiri bagi petani dan pedagang tomat di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Setiap bulan Agustus, harga jual komoditas tersebut selalu anjlok secara misterius yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Salah satu pedagang di Pasar Sayur Magetan, Warsini, mengatakan harga jual tomat setiap bulan Agustus nyaris selalu mengalami penurunan tajam. Saat ini, dia dan sejumlah pedagang lainnya menjual komoditas tomat dengan harga Rp5.000 hingga Rp6.000 saja untuk setiap kilogram.

Padahal, sebelum bulan Agustus harga jual tomat masih berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Fenomena itu, menurut Warsini, telah terjadi hampir setiap tahun tanpa diketahui penyebabnya.

“Kalau masuk bulan Agustus itu harganya anjlok, sebelum Agustus itu bisa sampai Rp10.000 per kilogram untuk tomat super. Sekarang itu cuma Rp6.000 saja, nggak tahu penyebabnya tapi hampir setiap tahun kaya gini,” ujarnya saat ditemui di lapak dagangannya, Selasa (18/8/2026).

Meski mengalami penurunan tajam, pasokan tomat dari sejumlah wilayah Kecamatan Plaosan dan sekitarnya cenderung aman dan kualitasnya baik. Selain tomat, Warsini mengaku sejumlah komoditas lain seperti mentimun, bawang merah, hingga cabai keriting mengalami penurunan harga.

Di lapak dagangannya, setiap kilogram mentimun dibanderol dengan harga Rp14.000, sebelumnya masih di harga Rp18.000 per kilogram. Bawang merah kini Warsini banderol dengan harga Rp30.000 per kilogram, sebelumnya mencapai Rp60.000 per kilogram. Sedangkan cabai keriting sebelumnya mencapai Rp40.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp35.000 per kilogram.

“Ya beberapa ada yang turun, yang naik itu cabai rawit, kentang, sama beberapa yang lain. Enggak tahu ini normalnya lagi kapan, ya segini-gini aja jualannya, pasarnya sepi,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu petani tomat asal Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Sugito, mengatakan harga tomat pada musim panen pada bulan Agustus tahun ini mengalami penurunan tajam hingga tinggal Rp1.500 per kilogram. Pada musim panen sebelumnya, dirinya menyebut harga jual tomat masih Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

Dia pun berharap harga tomat di tingkat petani bisa kembali membaik dan petani bisa memperoleh keuntungan sehingga dapat kembali menanam tomat pada musim tanam selanjutnya.

“Sekarang kalau di harga petani itu tinggal Rp1.500 per kilogram padahal hasil panennya bagus ini. Minimal kalau untung itu harganya Rp2.500 per kilogram, ini malah jauh di bawahnya,” kata dia.

Leave a Reply