Nusatime.com, MAGETAN — Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Milangasri, Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meluas. Hingga Sabtu (12/9/2026) malam, zona 5, 6, dan 7 terus berkobar.
Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan, Eny Purwanti, mengatakan titik api pertama kali diketahui petugas di Zona 4. Petugas yang berjaga langsung melakukan pemadaman sehingga api di lokasi tersebut dapat dikendalikan.
Namun, petugas kemudian mendapati kobaran api di bagian lain TPA yang sebelumnya tidak terpantau, yakni zona 5, 6, dan 7 yang sebelumnya sudah tidak aktif. Zona tersebut baru kembali digunakan dan proses penutupan atau covering belum selesai.
“Yang ketahuan itu di sebelah sini, hanya sedikit dan langsung dipadamkan oleh petugas. Yang tidak ketahuan ternyata ada di bagian belakang sana karena tumpukan sampahnya sudah tinggi,” ujarnya di lokasi kejadian.
Menurut dia, kondisi semakin sulit karena api merambat ke bagian dalam tumpukan sampah. Kobaran tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga menyusup di sela-sela material sampah sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk dipadamkan secara menyeluruh.
Eny mengatakan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, dan DLHP Magetan masih berjibaku memadamkan api. Kondisi medan yang berada di atas tumpukan sampah juga membuat proses pemadaman cukup berisiko.
“Teman-teman dari BPBD, Damkar, dan LH ini bertarung nyawa di atas. Untuk memadamkan secara keseluruhan memang butuh waktu lama,” jelasnya.
Eny mengaku prihatin karena petugas telah berupaya menjaga kawasan TPA dari potensi kebakaran. Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama saat kondisi lingkungan kering dan angin kencang.
Kondisi tersebut diperparah dugaan pembakaran lahan bekas tanaman tebu di sekitar TPA. Angin dari arah lokasi pembakaran diduga membawa bara atau api hingga mendekati kawasan TPA.
“Kalau sudah seperti ini memang butuh waktu. Apinya ada di sela-sela sampah, antara tanah dan tumpukan sampah. Jadi pemadamannya tidak bisa cepat,” kata dia.
Sementara itu, petugas gabungan hingga kini terus melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan segenap personel dan kendaraan yang dimiliki.

Leave a Reply