INKA Kirim Lagi 120 Unit Gerbong ke Selandia Baru, Pesanan Kurang 90 Unit

INKA Kirim Lagi 120 Unit Gerbong ke Selandia Baru, Pesanan Kurang 90 Unit
PT INKA mengirimkan lagi 120 unit gerbong pesanan ke Selandia Baru. Pengiriman melalui dari Terminal Jamrud Nilam Mirah atau Teluk Lamong, Surabaya. (Istimewa/PT INKA)

Nusatime.com, MADIUN — Sebanyak 120 unit Container Flat Top Wagon 400 foot yang diproduksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali dikirimkan ke Selandia Baru.

Pengiriman ini merupakan bagian dari pesanan sebanyak 340 unit dari UGL, perusahaan asal Australia.

Pengiriman dilakukan lewat jalur laut dari Terminal Jamrud Nilam Mirah atau Teluk Lamong, Surabaya, yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal.

Hingga kini, INKA telah berhasil mengirim pesanan sebanyak 250 unit atau sekitar 73,5% dari total keseluruhan.

Senior Manager Corporate Communication and Representative Office PT INKA (Persero), Nanang Agung R, mengatakan jumlah pesanan 340 unit tersebut terdiri dari 290 unit Container Falt Top Wagon 40 foot dan 50 unit Container Flat Top Wagon 50 foot.

INKA, kata dia, sebelumnya telah mengirimkan sebanyak 130 unit pada Maret 2026. Sedangkan untuk 90 unit pesanan terakhir yang terdiri dari 40 Container Flat Top Wagon 40 foot dan 50 Container Flat Top Wagon 50 foot dijadwalkan dikirim pada November 2026.

“Bagi kami, setiap pengiriman selalu berpegang pada prinsip yang sama, memenuhi kualitas, dan spesifikasi yang telah disepakati bersama pelanggan,” ujar Nanang yang dikutip dari siaran resmi.

“Kami menghargai kepercayaan UGL kepada tim kami, dan kami berkomitmen menjaga kepercayaan itu di setiap pengiriman,” lajut dia.

Nanang menyampaikan pesanan ini merupakan kontrak keempat Container Flat Top Wagons antara INKA dan UGL sejak  dimulai pada tahun 2021. Secara keseluruhan, INKA telah mengirimkan 1.294 dari total 1.504 unit gerbong yang dipesan UGL.

Lebih lanjut, dia menuturkan kolaborasi ini juga mencakup pesanan terpisah untuk 50 unit lokomotif platform bagi pasar Australia, dengan pengiriman dijadwalkan berlangsung hingga 2027.

“Empat pesanan sejak 2021 menjadi tolok ukur yang jelas atas hubungan ini. UGL kembali memberikan kepercayaan melalui pekerjaan baru. Fokus utama kami saat ini adalah menyelesaikan pesanan yang berjalan pada November 2026 dan terus menjaga kemitraan ini ke depan,” jelas Nanang.

Leave a Reply