690 Kader Pembantu Pembina KB di Solo Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

690 Kader Pembantu Pembina KB di Solo Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani (kiri) menyerahkan jaminan kematian secara simbolis kepada ahli waris kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) di Balai Kota Solo, Selasa (14/7/2026). (Istimewa)

Nusatime.com, SOLO – Sebanyak 690 kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang bertugas di 54 kelurahan Kota Solo telah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan Solo sejak September 2024.

PPKBD adalah relawan yang menjadi ujung tombak pemerintah dalam membantu penyuluh KB, mengelola program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga Kependudukan dan KB), serta membantu upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa atau kelurahan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solo Dian Agung Senoaji mengatakan kepesertaan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memberikan perlindungan terhadap risiko sosial yang dapat terjadi selama mereka menjalankan aktivitasnya.

Menurut dia, ada 12 kader PPKBD peserta aktif BPJS yang meninggal dunia, dan BPJS Ketenagakerjaan telah menyerahkan manfaat Jaminan Kematian (JKM) kepada para ahli waris dengan total nilai klaim mencapai Rp504 juta. Sejumlah manfaat JKM diserahkan pada acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Balai Kota Solo, Selasa (14/7/2026).

“Kami secara simbolis menyerahkan manfaat Jaminan Kematian kepada ahli waris almarhumah Ibu Padmini dan almarhumah Ibu Marini, masing-masing Rp42 juta. Kami berharap manfaat ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga yang ditinggalkan,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Espos, Kamis (16/7/2026).

Dia menjelaskan Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi setiap pekerja, termasuk para PPKBD yang telah berkontribusi besar dalam mendampingi masyarakat.

“BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperluas cakupan perlindungan bagi seluruh pekerja, baik formal maupun informal, agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan bagi pekerja bukan hanya memberikan rasa aman bagi individu, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap ketahanan dan kesejahteraan keluarga Indonesia,” ujar dia.

Sementara itu, Pemerintah Kota Solo menegaskan pentingnya keterlibatan aktif sosok ayah dalam pengasuhan anak demi menciptakan ketahanan keluarga dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani pada acara peringatan Harganas. Astrid menegaskan kehadiran seorang ayah merupakan kunci dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan unggul. 

“Ayah harus hadir dalam membangun keutuhan dan ketahanan keluarga. Sosok ayah berperan sebagai penyeimbang,” ujar Astrid. Ia menambahkan meski ada perbedaan gaya pengasuhan antara ayah dan ibu, perbedaan tersebut justru harus saling melengkapi melalui kompromi demi tumbuh kembang anak yang optimal,” ujar dia

Leave a Reply