Intervensi Stunting, PMI Sukoharjo Salurkan Bantuan untuk Anak Kekurangan Gizi

Intervensi Stunting, PMI Sukoharjo Salurkan Bantuan untuk Anak Kekurangan Gizi
PMI Sukoharjo menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai kepada keluarga anak balita yang mengalami kekurangan gizi di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Minggu (4/10/2026). (Istimewa/PMI Sukoharjo)

Nusatime.com, SUKOHARJO — Palang Merah Indonesia (PMI) Sukoharjo menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako dan uang tunai kepada keluarga balita yang mengalami kekurangan gizi di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Minggu (4/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari intervensi pemenuhan gizi dalam pencegahan dan penanganan tengkes atau stunting.

Bantuan diserahkan Ketua PMI Sukoharjo, Kunari Mahanani, kepada keluarga balita. Bantuan berupa paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga serta uang tunai yang difokuskan untuk memenuhi asupan gizi anak.

Ketua PMI Sukoharjo, Kunari Mahanani, mengatakan aksi sosial tersebut merupakan wujud partisipasi aktif dan komitmen PMI Sukoharjo dalam pencegahan stunting. Penanganan stunting menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“PMI Sukoharjo berkontribusi dalam penanganan stunting. Kami hadir memberikan dukungan moril dan intervensi untuk memenuhi gizi anak balita,” kata dia.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, balita yang mengalami kekurangan gizi tersebut berusia sekitar satu tahun. Kondisi berat badan anak tersebut cukup memprihatinkan, yakni 5,9 kilogram. Idealnya, berat badan anak berusia satu tahun lebih dari tujuh kilogram.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada tumbuh kembang anak.

“Relawan bakal terus memantau asupan gizi dan tumbuh kembang sang anak. Kami berharap berat badan anak naik secara rutin setiap bulan meski tidak banyak,” papar dia.

Di Sukoharjo, pencegahan dan penanganan stunting dilakukan dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui strategi konvergensi. Upaya tersebut menyasar kelompok sasaran prioritas, seperti ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak usia 0-23 bulan. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga telah menjalankan penilaian kinerja aksi konvergensi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, mengatakan pencegahan dan penanganan stunting menjadi program prioritas nasional yang digeber pemerintah daerah.

“Prevalensi stunting Sukoharjo turun signifikan dari 24,3 persen menjadi 16,8 persen pada akhir 2025. Pemkab Sukoharjo menargetkan penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan sejalan dengan target pemerintah pusat,” urai Tuti.

Data resmi Satu Data Jawa Tengah mencatat prevalensi stunting Kabupaten Sukoharjo pada 2025 sebesar 7,70 persen. Data tersebut merupakan salah satu basis data pemerintah daerah yang menggunakan indikator prevalensi stunting pada balita.

Leave a Reply