Nusatime.com, JAKARTA — Investasi sektor pariwisata di Indonesia tercatat mencapai Rp39,68 triliun sepanjang semester I tahun 2026. Angka ini tumbuh 16,64% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan terutama ditopang penanaman modal asing (PMA) yang melonjak 37% menjadi Rp12,19 triliun. Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga tercatat meningkat dengan laju yang lebih rendah, yakni Rp27,48 triliun atau tumbuh 9,39% dibandingkan Semester I/2025.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa peningkatan investasi tidak hanya mendorong pembangunan fasilitas pariwisata, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi.
“Investasi pariwisata tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi,” kata Menpar Widiyanti dalam keterangan resmi, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, hal ini berjalan seiring dengan pertumbuhan sejumlah indikator utama pariwisata sepanjang paruh pertama 2026.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 7,45 juta kunjungan pada Januari hingga Juni 2026, tumbuh 5,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan kunjungan wisman terutama berasal dari sejumlah pasar di kawasan Asia. Kunjungan wisatawan dari kawasan Asia lainnya meningkat hampir 10%, Asia Tenggara tumbuh 8,22%, sedangkan pasar Oseania naik 6,60%.
Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Kemenpar Catat Investasi Pariwisata Tumbuh 16,64% per Semester I/2026

Leave a Reply