Nusatime.com, SOLO — Ribuan peluang kerja menanti para pencari kerja di Job Fair ISI Surakarta 2026 yang digelar Rabu-Kamis (7-8/10/2026) di Pendhapa Joyokusumo Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Tak hanya menawarkan sekitar 2.300 lowongan kerja dari puluhan perusahaan, kegiatan ini juga membuka kesempatan wawancara langsung di lokasi bagi para pelamar yang memenuhi kualifikasi.
Pada hari pertama pelaksanaan, Rabu (7/10/2026), area job fair langsung dipadati pengunjung. Sejak pagi, para pencari kerja mengantre untuk mendatangi stan perusahaan, berkonsultasi mengenai posisi yang tersedia, hingga mengikuti proses rekrutmen langsung.
Ketua Panitia Job Fair ISI Surakarta, Agung Dwi Susilo, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 hingga 34 perusahaan dari berbagai sektor. Mulai dari industri kreatif dan digital, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia, teknologi informasi, manufaktur, perbankan, hingga pendidikan.
Menariknya, sebanyak 15 perusahaan membuka layanan walk-in interview, sehingga pelamar berkesempatan mengikuti proses seleksi tanpa harus menunggu panggilan dalam waktu lama.
“Kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi para pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan. Jadi bukan hanya melihat informasi lowongan, tetapi juga bisa berdialog, berkonsultasi, bahkan mengikuti wawancara di tempat,” ujarnya.
Job Fair ISI Surakarta 2026 menjadi penyelenggaraan perdana yang digelar kampus seni tersebut secara mandiri. Mengusung tema Connecting Creative Talents, Shaping Future Careers, kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan talenta muda dengan dunia usaha dan industri.
Rektor ISI Surakarta, Bondet Wrahatnala, menegaskan lulusan perguruan tinggi seni memiliki peluang karier yang sangat luas dan tidak terbatas pada sektor seni semata.
Menurutnya, kemampuan kreatif, komunikasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah yang dimiliki lulusan seni saat ini justru menjadi kompetensi yang banyak dicari perusahaan.
“Jangan membatasi diri bahwa lulusan seni hanya harus bekerja di bidang seni. Kemampuan kreatif dan cara berpikir yang dimiliki mahasiswa seni dibutuhkan hampir di semua sektor,” katanya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Surakarta. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Surakarta, Pramutedy Sukoco, menilai job fair menjadi sarana penting untuk mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha.
“Job Fair ini bukan sekadar tempat mencari pekerjaan, tetapi ruang untuk mempertemukan potensi, kompetensi, dan kesempatan,” ujarnya saat membacakan sambutan Wali Kota Surakarta.
Selain membuka akses terhadap ribuan lowongan kerja, kegiatan ini juga menghadirkan sesi company talk dan interaksi langsung dengan perwakilan perusahaan. Kesempatan tersebut dinilai penting bagi pencari kerja untuk mengenal budaya kerja, kebutuhan industri, hingga strategi menghadapi proses rekrutmen.
Bagi para pencari kerja yang sudah mendaftar namun belum sempat datang pada hari pertama, kesempatan masih terbuka hingga Kamis (8/10/2026). Dengan puluhan perusahaan peserta, ribuan lowongan kerja, dan kesempatan wawancara langsung di lokasi, Job Fair ISI Surakarta menjadi momentum yang sayang untuk dilewatkan.
“Sekali datang, pengunjung bisa bertemu banyak perusahaan sekaligus dalam satu tempat. Kesempatan seperti ini tidak datang setiap hari,” kata Agung. (NA)

Leave a Reply