Kementerian PPPA Kirim Bantuan Khusus Perempuan dan Anak ke NTT

Kementerian PPPA Kirim Bantuan Khusus Perempuan dan Anak ke NTT
Salah satu bangunan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang rusak akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). (ANTARA/BPBD Kota Bima)

Nusatime.com, KLATEN – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) segera mengirimkan bantuan khusus untuk perempuan dan anak korban gempa di NTT. Bantuan dikirimkan awal pekan depan.

Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, menjelaskan respons cepat sudah dilakukan pemerintah pasca gempa terjadi.

“Pak Presiden memerintahkan peristiwanya pagi, di malam itu juga sudah menerbangkan beberapa bantuan secara langsung. Memang sudah ada yang tertangani. Kemudian ada juga yang tidak bisa dijangkau secara langsung melalui darat. Jadi, beberapa bantuan diturunkan melalui udara,” kata Arifah saat ditemui di Kampung Dolanan Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Sabtu (22/8/2026).

Pada Senin (24/8/2026), bantuan untuk korban gempa di NTT terutama kebutuhan khusus perempuan dan anak dikirim menggunakan Hercules.

“Insyaallah besok tanggal 24 Agustus kami berangkat ke NTT. Disiapkan satu pesawat Hercules yang kami kolaborasi dengan seluruh mitra pembangunan untuk bersama-sama menghantarkan langsung kebutuhan-kebutuhan spesifik, khususnya kebutuhan perempuan dan anak yang memang eh belum sepenuhnya bisa dipenuhi,” jelas Arifah.

Arifah menjelaskan Kementerian PPPA sudah berkoordinasi dengan dinas setempat melakukan trauma healing kepada anak-anak korban gempa. “Karena anak-anak juga nampaknya sudah mulai trauma. Bukan dari KPPA saja, ada dari Kemensos, dari BKKBN, semua bareng-bareng,” kata Arifah.

Soal jumlah anak-anak korban gempa NTT, Arifah belum menerima laporan secara lengkap. “Masing-masing kabupaten beda. Jadi, paling parah tuh kalau enggak salah di Manggarai Timur. Jadi, besok kami tadinya mau pakai Hercules yang kecil, tetapi karena bantuan yang dibawa ternyata responnya luar biasa, jadi kayaknya mau ganti pesawat yang lebih besar,” kata Arifah.

Leave a Reply