Nusatime.com, MALANG — Atlet freediving (selam bebas) muda asal Kota Malang, Jawa Timur, bernama Dimas Andika Muflihulafi, 25, berhasil memecahkan rekor menyelam sedalam 81 meter kategori Free Immersion pada ajang Manado Depth Competition di Sulawesi Utara yang berlangsung 7–9 Agustus 2026. Capaian spektakuler ini terasa kian berkesan karena diraih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Dimas menceritakan berhasil memecahkan rekor nasional pada kategori Free Immersion (FIM) setelah menyelam hingga kedalaman 81 meter dengan durasi 3 menit 10 detik dalam satu helaan napas. Catatan ini menumbangkan rekor nasional sebelumnya sejauh 76 meter yang dipegang oleh penyelam asal Jakarta, Jefry Nathaniel.
Tak hanya itu, pada ajang yang sama, Dimas juga memperbarui rekor nasional miliknya sendiri untuk kategori Constant Weight No Fins (CNF), meningkat dari kedalaman 55 meter menjadi 58 meter.
Bakat Dimas di dunia air sudah diasah sejak kecil. Tumbuh di keluarga akademisi, ia mengenali olahraga renang dari orang tuanya sejak berusia 3–4 tahun. Perjalanannya di dunia freediving kemudian dimulai pada 2016 saat masih duduk di bangku SMA dan bergabung dengan komunitas Freedive Malang.
“Tahun 2016 itu tumbuh dan lahirnya dari komunitas di Malang. Waktu itu latihan belum bisa terlalu serius, hanya akhir pekan diselingi kuliah. Baru pada 2018–2019 masuk ke taraf kompetitif dan mulai ikut lomba selam,” ujarnya, Minggu (16/8/2026).
Kegigihan Dimas mengantarkannya meraih beasiswa pelatihan freediving selama 3 bulan di Freedive Nusa, Nusa Penida, Bali, pada Januari 2023. Melihat potensi besarnya, pihak sekolah freediving memperpanjang beasiswa Dimas hingga ia mengantongi lisensi instruktur.
Usai lulus kuliah pada 2023, anak bungsu dari tiga bersaudara ini langsung berkarier sebagai instruktur, pada April 2025, ia memecahkan rekor nasional kategori CNF kedalaman 53 meter di Filipina, sebelum akhirnya kembali memecahkan rekor pada Agustus 2026.
“Setelah 2 tahun ngajar, di bulan April 2025 itu aku memecahkan rekor nasional kategori Constant Weight No Fins [CNF] kedalaman 53 meter di Filipina. Terus di tahun yang sama, di bulan Agustus, aku memecahkan rekorku sendiri lagi yang aslinya tadi 53 meter, aku tambahin jadi 55 meter. Itu di Manado Depth Competition, bulan Agustus 2025,” jelasnya.

Selama menggeluti olahraga selam profesional, Dimas berhasil meraih sejumlah kejuaraan bergengsi tingkat internasional dan pemegang dua rekor dunia free diving.
Selain kategori free Immersion, dia juga menyatakan telah memperbarui rekor nasional miliknya sendiri di kategori Constant Weight No Fins (CNF) dari kedalaman 55 meter menjadi 58 meter di event Manado Depth Competition pada bulan Agustus 2026 dan 81 meter ketegori Free Immersion pada event yang sama.
Bagi dia, menyelam hingga puluhan meter di bawah laut bukan sekadar masalah keberanian atau menembus batas. Meski olahraga freediving di Indonesia saat ini masih independen dan belum masuk sebagai cabang olahraga resmi di PON, SEA Games, maupun Olimpiade, minat mendalami olahraga free diving mengalami lonjakan tren yang masif pascapandemi COVID-19 di kalangan Gen Z dan Milenial.
“Banyak orang berpikir freediving itu olahraganya terus mendorong batas [push to the limit]. Padahal kuncinya adalah kesabaran dan adaptasi bertahap. Pola makan, nutrisi, istirahat, hingga latihan hipoksia di gunung sangat memengaruhi performa tahan napas,” tuturnya.
Menurutnya, sertifikasi dan standarisasi freediving di Indonesia saat ini masih menginduk ke lembaga internasional seperti AIDA. Hal itu disebabkan federasi nasional seperti Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) belum memiliki cabang khusus freediving.
“Komunitas dan klub tumbuh cepat di Bali, Jakarta, Manado, hingga Raja Ampat. Kendalanya saat ini, fasilitas dan instruktur kompetitif yang terstandarisasi memang masih sangat terbatas,” tambahnya.
Usai mengibarkan Merah Putih lewat rekor nasional di Manado, Dimas kini bersiap menatap panggung yang jauh lebih besar. Pada bulan September – Oktober 2026 mendatang, ia dijadwalkan terbang ke Siprus, Eropa, untuk mewakili Indonesia dalam ajang World Championship Freediving (Piala Dunia Freediving).
Dimas akan mencatatkan sejarah sebagai atlet pria Indonesia pertama yang bertanding di kejuaraan dunia tersebut. Ia berencana turun di empat disiplin sekaligus yakni Constant Weight Bifins; Constant Weight; Constant Weight No Fins; dan Free Immersion.
“Rekor-rekor kemarin bukan akhir. Mohon doanya, September – Oktober nanti di Siprus insya Allah saya akan berjuang lagi untuk memecahkan rekor dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” tandasnya.

Leave a Reply