Spanyol Kerahkan 300 Polisi dan 2.000 Tentara Cegah Gelombang Migran

Spanyol Kerahkan 300 Polisi dan 2.000 Tentara Cegah Gelombang Migran
Ratusan migran telah mencoba berenang dari Maroko ke wilayah kantong Ceuta di Spanyol, Afrika Utara, sementara jumlah kedatangan melebihi 1.500 orang hanya dalam waktu lebih dari sepekan, menurut berita lokal di Ceuta, Spanyol pada 30 Juli 2026. ANTARA/Marcos Moreno - Anadolu Agency

Nusatime.com, MOSKOW — Spanyol memperketat pengamanan di wilayah kantong Ceuta dengan mengerahkan sekitar 300 personel polisi antihuru-hara dan 2.000 tentara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masuknya migran secara besar-besaran kembali terjadi setelah beredar seruan gelombang migrasi baru melalui media sosial.

Surat kabar 20minutos melaporkan pada Sabtu (8/8/2026), sejumlah unggahan di media sosial menyerukan masuknya migran secara massal ke Ceuta pada 15 Agustus.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan pihaknya siap menghadapi kemungkinan insiden baru. Sementara itu, Kementerian Pertahanan menyatakan pasukan yang ditempatkan di Ceuta akan tetap berada di wilayah tersebut hingga ada keputusan lebih lanjut.

Ceuta merupakan wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Maroko. Pada akhir Juli, kawasan tersebut mengalami lonjakan masuknya migran dari negara tetangga tersebut.

Spanyol Antisipasi Gelombang Migrasi Baru

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan sekitar 72.000 migran telah memasuki wilayah Spanyol di pesisir Afrika Utara. Sekitar 70.000 di antaranya kemudian kembali ke Maroko.

Sementara itu, otoritas Maroko memperkirakan sekitar 40.000 orang telah memasuki wilayah Ceuta dalam lonjakan migrasi tersebut.

Gelombang migrasi pada akhir Juli sebelumnya juga membuat situasi di Ceuta mengalami tekanan berat. Laporan dari berbagai media menyebut ribuan migran berupaya mencapai wilayah tersebut dari Maroko melalui jalur darat maupun laut.

Pemerintah Spanyol kini meningkatkan kesiapsiagaan karena adanya seruan daring untuk aksi serupa pada 15 Agustus. Penguatan personel keamanan dilakukan untuk mencegah kembali terjadinya masuknya migran dalam jumlah besar ke wilayah Ceuta.

Leave a Reply