Gelombang Panas Sebabkan 1.028 Orang Meninggal di Spanyol, Tertinggi sejak 2015

Gelombang Panas Sebabkan 1.028 Orang Meninggal di Spanyol, Tertinggi sejak 2015
Ilustrasi pemanasan global atau global warming. Kenaikan suhu rata-rata bumi meningkatkan risiko gelombang panas, kekeringan, banjir, dan perubahan iklim ekstrem.

Nusatime.com, OVIEDO—Gelombang panas ekstrem yang melanda Spanyol sepanjang Juni menyebabkan 1.028 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut menjadi rekor kematian terkait suhu panas tertinggi untuk bulan Juni sejak pencatatan dimulai pada 2015.

Data yang dirilis Sistem Pemantauan Kematian Harian Kementerian Kesehatan Spanyol pada Rabu (1/7/2026) menunjukkan angka kematian terkait suhu tinggi pada Juni 2026 melampaui rekor sebelumnya, yakni sekitar 1.000 kematian yang tercatat pada Juni 2017.

Angka tersebut merupakan estimasi kelebihan kematian (excess mortality), yakni membandingkan jumlah kematian aktual dengan jumlah kematian yang diperkirakan terjadi selama periode suhu ekstrem. Data itu bukan berdasarkan sertifikat medis yang secara langsung menetapkan panas sebagai penyebab kematian.

Kelompok lanjut usia menjadi korban terbanyak. Dari total 1.028 kematian, sebanyak 1.022 di antaranya terjadi pada warga berusia 65 tahun ke atas, termasuk 720 orang yang berusia 85 tahun atau lebih. Sementara itu, satu korban meninggal tercatat merupakan anak berusia di bawah 15 tahun.

Wilayah Mediterania dan bagian utara Spanyol mencatat jumlah korban terbanyak. Catalonia menjadi wilayah dengan angka kematian tertinggi sebanyak 218 kasus, disusul Basque Country dengan 147 kasus.

Kalangan Lansia Jadi Korban Terbanyak

Lonjakan kematian mulai terjadi sejak 21 Juni ketika gelombang panas ekstrem melanda Spanyol dan bertahan hingga akhir bulan.

Badan Meteorologi Spanyol (AEMET) menyebut Juni 2026 menjadi bulan Juni terpanas kedua sejak pencatatan dimulai pada 1961. Suhu rata-rata bulan itu tercatat 3,2 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991–2020. Hanya Juni 2025 yang mencatat suhu lebih tinggi.

AEMET juga menyebut seluruh 13 bulan Juni terpanas sejak 1961 terjadi pada abad ke-21. Kondisi tersebut mencerminkan tren pemanasan jangka panjang yang secara umum dikaitkan dengan perubahan iklim.

Meski menjadi rekor tertinggi untuk bulan Juni, periode tersebut belum menjadi yang paling mematikan akibat suhu panas di Spanyol. Sistem pemantauan sebelumnya mencatat 2.217 kematian terkait panas pada Juli 2022 dan 2.184 kematian pada Agustus 2025.

Jeda dari suhu ekstrem diperkirakan tidak berlangsung lama. AEMET memperingatkan massa udara yang sangat panas kembali bergerak menuju Spanyol dalam beberapa hari ke depan sehingga gelombang panas baru berpotensi terjadi pada akhir pekan ini.

Sumber: Anadolu/Antara

Leave a Reply