Nusatime.com, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) didorong tidak hanya mengandalkan pembangunan sarana dan prasarana dalam mengembangkan kampus. Penguatan kualitas sumber daya manusia, terutama dosen, dinilai menjadi faktor penting untuk menopang pertumbuhan perguruan tinggi tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais saat menghadiri forum pengajian di UMUKA, Sabtu (26/9/2026). Dia mengatakan peningkatan kualitas dosen perlu dilakukan secara bertahap, salah satunya melalui pendidikan lanjutan hingga jenjang doktoral.
“Saya menekankan kepada studi lanjut. Kalau bisa separuh itu S3, bertahap. Tapi harus ke sana,” kata dia.
Menurut Ahmad Dahlan, perkembangan UMUKA dalam sekitar empat tahun terakhir menunjukkan potensi yang cukup besar. Hal tersebut antara lain terlihat dari pembangunan fasilitas kampus yang berlangsung cukup pesat. Namun, perkembangan fisik tersebut, menurut dia, perlu diikuti dengan penguatan manajemen dan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, pertumbuhan kampus tidak hanya terlihat dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari kualitas pengelolaan dan akademiknya.
“Dari segi sarana-prasarana luar biasa. Empat tahun memiliki kelengkapan seperti ini. Kemudian grafiknya, trennya akan naik,” ujarnya.
Ahmad Dahlan juga mengingatkan jajaran pengelola UMUKA agar menerapkan strategic thinking dalam menentukan arah pengembangan kampus. Perencanaan perguruan tinggi, kata dia, tidak cukup hanya didasarkan pada kebutuhan yang dihadapi saat ini.
“Berpikir yang strategis, jadi tidak parsial. Tidak hanya yang ada di depan, tapi ke depan, jauh,” katanya.
Dia mencontohkan Muhammadiyah yang sejak lebih dari satu abad lalu telah membangun berbagai institusi pendidikan dan kesehatan. Pola berpikir jangka panjang tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun institusi yang mampu bertahan dan berkembang.
Perguruan Tinggi Muhammadiyah Makin Meluas
Dalam konteks pendidikan tinggi Muhammadiyah secara nasional, Ahmad Dahlan menyebut perkembangan perguruan tinggi Muhammadiyah juga semakin meluas. Saat ini, Muhammadiyah memiliki lebih dari 20 fakultas kedokteran yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Indonesia Timur.
Pengembangan perguruan tinggi juga dilakukan di wilayah yang selama ini relatif jauh dari pusat pertumbuhan pendidikan.
“Di Papua itu sekarang memiliki lima universitas. Yang terakhir di Bintuni,” ungkapnya.
Menurut Ahmad Dahlan, keberadaan kampus Muhammadiyah di berbagai daerah tidak semata-mata ditujukan untuk memperluas akses pendidikan. Perguruan tinggi juga dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
Dia mencontohkan keberadaan perguruan tinggi Muhammadiyah di Kupang, Maumere, hingga Manado. Kehadiran kampus di daerah tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi sarana membangun akulturasi dan memperkuat nilai kemanusiaan.
“Alhamdulillah terjadi proses akulturasi. Wawasannya juga sampai rahmatullilalamin. Pendekatannya ke kemanusiaan,” katanya.
Dia berharap semangat tersebut turut menjadi bagian dari perjalanan UMUKA. Pertumbuhan kampus diharapkan tidak berhenti pada peningkatan fasilitas dan jumlah mahasiswa, tetapi juga menghasilkan sumber daya manusia berkualitas serta memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Wakil Rektor II UMUKA, Sarilan M. Ali, mengatakan program percepatan studi lanjut tersebut dilakukan secara bertahap. Selain memanfaatkan beasiswa dari luar kampus, UMUKA juga memberikan dukungan pembiayaan bagi dosen yang melanjutkan studi.
“Termasuk tadi kan beliau memesan betul bagaimana separuh dari dosen ini disekolahkan dulu. Dan ini kan sudah kita mulai bertahap, ada yang beasiswa LPDP, ada yang PDDI, dan ada juga yang bantuan dari kampus,” kata Sarilan.
Saat ini, UMUKA memiliki 139 dosen tetap. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 dosen telah berkualifikasi doktor. Sejumlah dosen lainnya juga diproyeksikan mulai menempuh pendidikan S3 pada tahun ini.
“Dosen tetap kita ada 139 orang. Yang S3 saat ini sudah ada 25 orang dan tahun ini ada yang masuk lagi beberapa. Kehadiran Pak Dahlan Rais yang berilmu dan berpengalaman di PTMA se-Indonesia ini menjadi inspirasi dan motivasi besar bagi dosen-dosen kami dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Leave a Reply