Lewat Gerakan Patungan, Guru MIM Tulung Klaten Dapat Hadiah Motor

Lewat Gerakan Patungan, Guru MIM Tulung Klaten Dapat Hadiah Motor
Direktur Guru Ngaji Berdaya, Ustaz Dhohir Subagyo, menyerahkan hadiah sepeda motor kepada seorang Guru MIM Tulung, Lysa, di Gedung Muhammadiyah Tulung, Klaten, Kamis (16/7/2026). (Istimewa/Yayasan Guru Ngaji Berdaya)

Nusatime.com, KLATEN – Yayasan Guru Ngaji Berdaya memberikan hadiah kejutan berupa sepeda motor kepada seorang guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Tulung, Klaten, Kamis (16/7/2026). Hadiah diberikan untuk memudahkan mobilisasi guru bernama Lysa Tyas Wulandari itu saat berangkat dan pulang mengajar.

Hadiah kejutan diserahkan bersamaan dengan kegiatan bertajuk Qur’anic Student Motivation Day di Gedung Muhammadiyah Tulung, Kamis pagi. Hadiah diwujudkan melalui program yayasan bernama patungan motor untuk guru ngaji.

Direktur Guru Ngaji Berdaya, Ustaz Dhohir Subagyo yang akrab disapa Kang Dhohir, menyerahkan langsung kunci motor dan piagam apresiasi kepada Lysa di panggung. Penyerahan disaksikan langsung jajaran guru MIM Tulung serta ratusan murid.

Suasana kegiatan pagi itu mendadak berubah haru. Ratusan murid yang mengikuti kegiatan motivasi langsung riuh hingga menitikkan air mata menyaksikan momen pagi itu. Di akhir acara, doa bersama dipanjatkan dengan khidmat oleh seluruh yang hadir di gedung pertemuan tersebut.

​Selama ini, Lysa harus menempuh perjalanan cukup jauh dari rumahnya di wilayah Kecamatan Trucuk demi menunaikan tugas mulia mengajar dan berdakwah Al-Qur’an di Tulung. Perjuangan tersebut ia lalui dengan sepeda motor tua miliknya yang sering kali mogok dan harus masuk bengkel.

Tidak Pernah Mengeluh

Kendati demikian, keterbatasan fasilitas tersebut tidak pernah menyurutkan langkah serta senyum Lysa di hadapan para santri dan murid. ​”Ini murni kejutan. Kami sengaja tidak memberikan pemberitahuan apa pun sebelumnya kepada Bu Lysa agar momen ini menjadi hadiah terindah atas ketulusan beliau dalam berdakwah,” ungkap Kang Dhohir dalam keterangan tertulis yang diterima Espos.

“Beliau adalah potret pejuang Al-Qur’an sejati yang tidak pernah mengeluh meski harus bolak-balik Trucuk–Tulung dengan motor tua yang sering rusak,” tambahnya.

Kang Dhohir berharap bantuan ini dapat mempermudah operasional dakwah Lysa dan memberikan keberkahan yang terus mengalir. ​”Kami berdoa agar Ibu Lysa senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan istikamah dalam mencetak generasi Qur’ani. Kami juga mengetuk pintu langit serta menyampaikan terima kasih mendalam kepada para donatur yang telah patungan. Semoga kebaikan para donatur diganti oleh Allah SWT dengan pahala jariyah yang berlipat ganda, kesehatan yang prima, serta rezeki yang berkah melimpah,” ungkap Kang Dhohir.

Saat penyerahan, hadiah berupa sepeda motor matic dihias pita merah. Tangis Lysa langsung pecah dan menutup wajahnya saat namanya dipanggil sebagai penerima manfaat melalui program yayasan.

​”Saya benar-benar tidak menyangka dan tidak pernah membayangkan hari ini akan mendapat hadiah sebesar ini. Terima kasih tak terhingga kepada Yayasan Guru Ngaji Berdaya, Kang Dhohir, serta seluruh donatur yang sangat peduli dengan perjuangan kami di pelosok. Motor ini akan menjadi amanah luar biasa untuk memacu semangat saya dalam membimbing anak-anak mencintai Al-Qur’an,” ujar Lysa.

Yayasan Guru Ngaji Berdaya adalah lembaga sosial keagamaan. Yayasan itu memiliki komitmen meningkatkan kesejahteraan, kompetensi, dan mobilitas para guru ngaji di penjuru daerah melalui program-program inovatif kemanusiaan dan pemberdayaan.

Leave a Reply