Peduli Lingkungan, Murid SD di Boyolali Isi MPLS dengan Aksi Cabut Paku di Pohon

Peduli Lingkungan, Murid SD di Boyolali Isi MPLS dengan Aksi Cabut Paku di Pohon
Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono Boyolali mencabut paku di batang pohon pinggir jalan wilayah Banyudono, Jumat (17/7/2026). (Istimewa/SD Muh PK Banyudono)

Nusatime.com, BOYOLALI — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono Boyolali diakhiri dengan gerakan cabut paku di pohon, Jumat (17/7/2026). Gerakan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan MPLS di SD Muhammadiyah PK Banyudono bertajuk Forum Ta’aruf Siswa Baru (Fortasib). Kegiatan ditutup dengan jalan-jalan bersama diselingi aksi peduli lingkungan dengan memungut sampah hingga mencabut paku di pohon sepanjang ruas jalan Perum Aru-aru hingga Bendan, Banyudono.

Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, mengatakan aksi peduli lingkungan diikuti 570 siswa dari kelas I-VI. Para siswa kelas bawah membawa kantong plastik masing-masing untuk memungut sampah yang mereka temui di sepanjang jalan. Sedangkan siswa kelas atas mencabut paku yang menancap di batang pohon.

“Kegiatan ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian pohon,” kata dia kepada Espos, Jumat.

Ia mengapresiasi antusiasme seluruh siswa dan guru dalam kegiatan peduli lingkungan tersebut. Pujiono mengatakan pendidikan karakter harus diwujudkan lewat pengalaman langsung, bukan sekadar teori.

Ia mengatakan Fortasib bukan sekadar ajang perkenalan bagi siswa baru, tetapi juga momentum membentuk karakter. “Aksi memungut sampah dan mencabut paku di pohon mengajarkan kepedulian terhadap alam, karena menjaga lingkungan merupakan bagian dari akhlak seorang muslim,” jelas dia.

Kesan Mendalam

Ia berharap kebiasaan baik tersebut dapat selalu dibawa siswa-siswinya dalam kehidupan sehari-hari. Pujiono mengatakan pohon juga makhluk hidup, pencabutan paku diharapkan agar mereka dapat tumbuh maksimal dan menghasilkan oksigen yang bermanfaat bagi manusia.

“Aksi sederhana dengan makna dan kesan mendalam sekaligus menunjukkan komitmen SD Muhammadiyah PK Banyudono untuk membentuk generasi yang berkarakter, saleh, dan peduli lingkungan,” kata dia.

Sementara itu, salah satu siswa kelas IV, Albi, mengatakan senang dengan kegiatan yang dilakukan. Selain berjalan-jalan di lingkungan sekolah, ia juga bisa mencari-cari sampah dan mencabut paku yang tertancap di sejumlah pohon.

Walaupun begitu, ia merasa sedih dengan kondisi pohon-pohon yang harus dipaku. Padahal, menurutnya, pohon adalah makhluk hidup yang tidak semestinya dipaku.

“Akhirnya kami mencabut pohonnya sebagai wujud peduli. Nanti, ketika pohon tumbuh baik maka mereka membalas dengan mencegah banjir dan menghasilkan oksigen untuk manusia,” kata dia. 

Leave a Reply