Nusatime.com, KARANGANYAR — Sejumlah warung dan rumah di sekitar Lapangan Mongkrang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar porak-poranda diterjang hujan disertai angin kencang, Kamis (5/3/2026) dini hari.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan kejadian pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, saat angin kencang mengangkat beberapa warung.
“Ada tiga warung yang terdampak dan terangkat total akibat angin kencang. Warung itu milik Ibu Sonem, Ibu Endang, dan Bapak Mono,” ujar Hendro saat dikonfirmasi, Kamis petang.
Selain warung, angin kencang juga merusak rumah warga. Sekitar pukul 04.40 WIB, atap rumah milik Rudi Hartono, warga Tlogodringo, Desa Gondosuli, dilaporkan rusak. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
“Petugas bersama relawan telah melakukan assesmen dan membantu warga membersihkan material bangunan yang rusak,” tambah Hendro.
Tanggapan dan Penanganan BPBD
Hendro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah pegunungan seperti Tawangmangu.
Kejadian ini merupakan rangkaian bencana hidrometeorologi di Kabupaten Karanganyar sejak Rabu (4/3/2026). Data sementara mencatat sekitar 170 kepala keluarga terdampak, baik akibat longsor maupun angin puting beliung. Pendataan masih berlangsung karena laporan terus bertambah.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana, termasuk jalur tembus Tawangmangu-Magetan yang sempat tertutup longsor. Penanganan melibatkan alat berat, Polres Karanganyar, Dinas Pekerjaan Umum, Perhutani, BPBD, dan relawan. Jalan akhirnya bisa dibuka kembali sekitar pukul 13.00 WIB setelah pembersihan selesai.
Di Desa Bangsri, Karangpandan, puting beliung menyebabkan dua warga luka, satu harus dioperasi akibat patah kaki. Di Delingan, sebuah rumah roboh setelah tertimpa pohon durian besar.
Di Kelurahan Bolong, pohon tumbang memutus jaringan listrik dan berdampak pada pasokan air bersih. BPBD bersama PUDAM melakukan dropping air bersih ke empat dusun terdampak, dan Bupati Karanganyar ikut mengendarai truk tangki air menuju lokasi distribusi.
“Pak Bupati juga berkoordinasi dengan PLN agar listrik yang terdampak pohon tumbang segera diperbaiki,” ujar Hendro.
BPBD kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang yang masih berpotensi terjadi di wilayah Karanganyar.
Leave a Reply