Nusatime.com, NGAWI — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi–Mantingan KM 06-07, tepatnya di wilayah Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Rabu (20/5/2026) sore. Dua kakak beradik asal Kecamatan Kedunggalar meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan dua kendaraan truk beroda enam.
Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, mengatakan peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Hasil identifikasi korban diketahui bernama Muhammad Hasyim Murdhiilah, 16, dan adiknya bernama Achmad Lubbul Aqil, 10, pelajar asal Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, yang saat itu berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat berpelat nomor AE 5483 JT.
“Akibat kecelakaan tersebut, kedua korban mengalami luka di bagian kepala dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” ujarnya.
Plantika menjelaskan, hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi menunjukan kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban melaju dari arah timur ke barat. Di depan motor korban melaju kendaraan truk beroda enam yang identitasnya belum diketahui. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan atau barat ke timur juga melaju kendaraan truk lain yang juga hingga kini identitasnya belum diketahui.
Nahas, motor korban menabrak bagian belakang kendaraan truk yang melaju di lajur yang sama. Usai benturan dan sepeda motor korban terpental ke kanan jalan, pada saat bersamaan melintas kendaraan truk dari arah berlawanan sehingga roda belakang kanan kendaraan tersebut mengenai pengendara maupun pembonceng sepeda motor.
“Korban mengalami benturan keras dan luka fatal di bagian kepala dan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian,” jelasnya.
Ia menambahkan, Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi serta menggelar penyelidikan dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain itu, petugas juga melakukan penelusuran terhadap dua truk beroda enam yang hingga kini masih belum diketahui siapa pengemudinya.
“Jasad korban kami bawa ke ruang jenazah RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk keperluan visum. Kasus ini masih dalam penyelidikan,” kata dia.

Leave a Reply